Belajar dari Peneliti

Tujuan hidup setiap orang itu berbeda. Yang sama itu keinginan untuk sukses pada tujuan yang kita pilih itu. Ada sebuah metoda yang manjur: metoda ilmiah. Kita bisa belajar dari para peneliti (researcher) untuk sukses.

Saya pikir kita punya dua pilihan untuk sukses dalam hidup. Pertama: kita menetapkan target, kemudian kita melakukan usaha untuk mencapai target itu. Kedua: kita mengadopsi perilaku sukses, dan perilaku kita sehari-hari itu membawa kita pada sukses.

Cara yang pertama itu relatif mudah untuk dimengerti. Cukup straightforward. Oleh sebab itu banyak orang memilih menempuh cara ini.

Tapi mudah dimengerti tidak berarti mudah dilaksanakan. Dalam praktek usaha kita itu sering tidak cukup. Seringkali tindakan kita sehari-hari justru tidak sejalan dengan usaha dan tujuan kita. Kebiasaan hidup kita ternyata bertentangan dengan usaha untuk sukses.

Misalnya untuk berhasil dalam ujian, kita tahu harus belajar dan banyak latihan soal. Tapi waktu kita ternyata habis untuk nonton TV dan ngobrol. Hasilnya kelulusan ujian kita gagal.

Semakin banyak orang sekarang menyadari bahwa cara kedua itu lebih tepat. Kita perlu mengadopsi perilaku sukses. Sikap hidup dan kebiasaan yang membuat kita sukses. Kelakuan yang membuat kita sukses.

Nah, pertanyaannya, kelakuan apa yang membuat kita sukses? Saya pikir: kelakuan seorang peneliti akan membuat kita sukses.

Saya dipicu oleh tulisan Tony Buzan tentang Mindmap. Yang saya soroti secara khusus adalah sarannya untuk mengembangkan perilaku TEFCAS. Apa itu?

Saya melihat prinsip dasar TEFCAS itu sama dengan sikap dasar peneliti dalam menjalankan penelitian dan metoda ilmiah. Untuk mengerti sebuah fenomena, seorang peneliti biasanya memulai dengan hipotesis, yakni prinsip-prinsip yang perlu dibuktikan. Ia kemudian merancang eksperimen (trials) untuk membuktikan hipotesis itu. Ia mengamati hasil trial tersebut, melihat apa yang terjadi, mengevaluasinya, dan melakukan penyesuaian seperlunya. Ini dilakukan berulang-ulang sampai ia menemukan hipotesis valid dan bukti pendukungnya. Hasilnya kemudian dimengerti dan diadopsi sebagai kebenaran ilmiah.

TEFCAS juga begitu. Baginya, perilaku sukses dimulai dengan Trial: mencoba sesuatu. Kemudian Trial itu menghasilkan Event: peristiwa yang terjadi akibat tindakan Trial. Kita kemudian mengamati dan mendapatkan Feedback dari sekeliling kita akibat Event itu. Kita men-Check apakah Feedback yang terjadi sesuai dengan model kita, apakah itu mendukung hipotesis kita. Kita men-Check apa informasi baru yang bisa kita dapatkan dari Feedback tersebut. Hasilnya kita gunakan untuk melakukan Adjustment, penyesuaian seperlunya akibat adanya informasi baru tersebut. Dengan Adjustments yang baru kita ulangi lagi Trial kita berikutnya. Demikian berulang-ulang sampau Success bisa tercapai.

Nah, Buzan menyingkat Trial, Event, Feedback, Check, Adjust, dan Success itu dalam akronim TEFCAS.

Mengapa kita memerlukan sikap peneliti? Kita itu biasanya takut gagal. Takut mencoba. Kita tidak berani melakukan Trial. Kalaupun kita melakukannya, kita terlalu ingin langsung berhasil, sehingga kalau hasil Check tidak memuaskan, kita kecewa, patah hati, stress, trauma, dan berhenti mencoba. Kita mengkaitkan perasaan cemas kita dengan Trial.

Hal ini tidak pernah terjadi pada peneliti. Peneliti tidak pernah stress saat mencoba. Peneliti tidak takut saat membuang dadu atau koin untuk eksperimen statistik. Peneliti tidak takut saat menjatuhkan beban berat pada struktur beton di lab material. Peneliti tidak takut saat mencoba mencampur dua bahan kimia. Peneliti tidak stress saat menyuntikkan obat baru pada hewan percobaan. Oleh sebab itu mereka bisa mencoba dan mencoba terus sampai sukses.

Kemudian, peneliti juga bisa melakukan percobaan untuk memperbaiki sebuah proses yang ada. Hasil percobaan digunakan untuk meningkatkan kualitas proses. Membuatnya semakin efektif atau efisien. Hasil riset digunakan untuk memperbaiki sebuah mesin proses sehingga ia semakin istimewa.

Nah ini yang saya pikir penting sekali untuk kita. Kita perlu membuat diri kita, pikiran kita, dan kemudian organisasi kita sebagai sebuah “mesin sukses”. Saat kita mulai, “mesin” kita ini masih buruk, belum efektif, dan boros. Kemudian kita melakukan riset tiap untuk memperbaiki “mesin” ini. Kita gunakan prinsip TEFCAS, tapi dengan spirit seorang peneliti. Berani dan natural untuk mencoba.

Saya pikir kita bisa belajar banyak untuk sukses dalam hidup dari sikap seorang peneliti. Riset kita gunakan untuk memperbaiki “mesin” sukses kita.

Kita bisa terapkan prinsip ini untuk banyak hal, seperti sukses di sekolah, di tempat kerja, sampai pada hidup pribadi kita. Mulai dari menjual produk pada calon pembeli, melamar kerja ke tempat yang menarik, menyetir mobil bagus, menyampaikan pidato di depat ribuan orang, sampai kepada mengajak kenalan lawan jenis yang memikat hati. Semua itu bisa menakutkan kita, dan kita sukar sukses tanpa latihan dan pengalaman.

Sikap seorang peneliti yang tidak kuatir dengan mencoba (Trial) bisa membantu kita untuk menjadi mesin sukses yang semakin baik.


  1. Sepakat pak…itu yang saya ajarkan pada anak-anak. Jangan takut gagal, jangan takut memulai, yang penting prosesnya…gagal atau berhasil itu urusan nanti. Bukankah orang sukses setelah beberapa kali mengalami kegagalan? Dan penelitian tak selalu langsung sekali jadi?

  2. Kuncinya keliatannya di langkah pertama TRIAL itu pak, saya sendiri merasakan sulit sekali untuk memulai mencoba …

    (sedang belajar jadi peneliti)

  3. kmastion

    what a wonderful article..thanks!
    salam sukses!!

  4. Romy

    TEFCAS = Trial, Event, Feedback, Check, Adjust, dan Success..

    Fiuuhh…
    First step a.k.a TRIAL, itu selalu merupakan langkah yang sulit untuk diambil pak..
    Gonna Try.. n
    Try.. n
    Try.. n
    Try..

    Nice posting..

    Tengkyu very much pak..

  5. azrl

    @Romy: thanks sudah mengkoreksi dari TECFAS ke TEFCAS. Artikelnya sudah saya perbaiki seperlunya.

  6. byakugie

    hatur nuhun pak…
    jadi menginspirasi saya yang akhir2
    ini ntah knapa takut gagal !!

    kesimpulan : teruslah mencoba !!!!!!




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: