Wifi Brain

Bahwa otak kita itu organ yang luar biasa, semua sudah tahu. Tapi selama ini ilmuwan berpendapat bahwa otak berkomunikasi melalui kombinasi pancaindera dan gerak motorik. Baru-baru ini ilmuwan menemukan neuron (sel saraf) yang berfungsi seperti pemancar dan penerima radio, yang menghubungkan otak kita dengan otak orang lain. Seperti Wifi. Neuron ini disebut neuron sosial. Jadi manusia ternyata memang memiliki “indera ke enam” after all.

Otak manusia dibangun oleh sekitar 100 miliar sel. Sepuluh persen adalah neuron dan sisanya glia, sel pendukung neuron. Satu neuron terhubung paling tidak dengan 1000 neuron lainnya. Pada dasarnya ada tiga macam neuron: sensory, motorik, dan asosiatif (interneuron). Sebuah neuron bisa memiliki sebuah axon, yakni “ekor” yang panjangnya bisa mencapai satu meter. Axon-axon ini berkumpul menjadi urat saraf (nerve). Urat saraf dari sensory neuron terhubung dengan organ panca indera. Urat saraf dari neuron motorik terhubung dengan jaringan otot. Kemudian neuron ini saling berhubungan melalui interneuron.

Para ilmuwan selama ini membayangkan bahwa komunikasi otak kita dengan otak orang lain selalu melalui interaksi sinyal fisik pancaindera. Dengan kata lain, komunikasi kita dibatasi melalui sinyal fisik frekuensi cahaya visual (400-790 TeraHz), frekuensi audio (20-20.000 Hz), dan frekuensi sentuhan fisik (orde 10 Hertz atau kurang). Otak kemudian melakukan pemrosesan level tinggi pada sinyal fisik ini.

Memang belum ada yang mengukur frekuensi sinyal yang digunakan neuron sosial untuk berinteraksi dengan otak orang lain. Saya berharap spektrum yang digunakan jauh lebih tinggi dari batas-batas pancaindera itu, sehingga kita bisa saling mengerti dan memahami satu sama lain dengan semakin baik. Kita bisa mengkomunikasikan perasaan dan pikiran dengan lebih efektif.

Penemuan tentang neuron sosial, yakni neuron-neuron khusus untuk berkomunikasi langsung dengan otak yang lain ini dilaporkan antara lain oleh Goldman dalam sebuah artikel di Harvard Business Review (HBR) edisi September 2008. Psikolog terkenal yang pernah menulis tentang Emotional Intelligence ini melaporkan bahwa neuron sosial ini membuat pemiliknya akan memiliki sensitivitas dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain dengan lebih powerful. Ia menulis dalam HBR karena neuron ini membantu pemimpin organisasi untuk memobilisasi anak buahnya. Tanpa kehadiran neuron ini, orang yang ahli sekalipun akan sukar memimpin groupnya.

Menurutnya, orang memiliki cukup neuron sosial ini. Tapi dengan latihan dan training, orang bisa memperbanyak jumlah neuron ini. Memperbanyak maksudnya mengubah fungsi sekelompok neuron-neuron yang ada menjadi neuron sosial. Training ini sangat diperlukan untuk mereka yang akan dipromosikan menjadi manager atau pemimpin.

Sebaliknya ada orang-orang tertentu yang kekurangan neuron ini. Menurutnya, orang autistik adalah contoh mereka yang kekurangan neuron ini. Akibatnya mereka tidak bisa mengerti perasaan orang dari gerak-gerik, mimik, dan bahasa tubuh. Orang autistik nyaris tidak mungkin menjadi pemimpin yang efektif.

Terlepas dari aplikasi kepemipinan, keberadaan neuron sosial ini adalah kabar baik bagi kita. Melalui jalur ini bisa mempertukarkan kreativitas dan kehangatan dari seseorang ke orang lain. Bayangkan, kita memiliki komputer dengan wifi. Ini memungkinkan komputer kita terhubung dengan Internet, dan menikmati semua informasi, pengetahuan, media, masterpieces yang ada. Tidak begitu penting komputer kita Pentium IV atau Core Duo. Begitu keduanya terhubung ke Internet, keduanya menjadi sama cerdas dan sama berguna. Mungkin IQ kita tidak setinggi orang lain. Tapi dengan neuron sosial ini kita dapat mengakses kepintaran otak orang lain, dan perilaku kita menjadi sama cerdas dan sama berguna.
Asik ya?


  1. yaniwid

    Bisa ‘mengakses’ otak orang lain ? Ngeri ah…
    Kayak Voldemort ‘mengakses’ pikiran Harry Potter…

  2. F

    waw, pantas dalam percakapan body language memiliki porsi lebih besar 😀

  3. Josef J

    Kang tulisannya TOP BGT,
    kalo ngak keberatan kirim khan juga tulisannya di facebook, Group SMA Mardi Yuana Sukabumi. Mungkin temen2 seangkatan 81 & lainnya, bisa terinspirasi juga.

    Salamku selalu,

  4. wow bagus juga bahannya, buat kuliah gue juga berguna




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: