Dualisme

Kita orang kampus terkenal selalu mencari satu kebenaran. Kebenaran itu hanya ada satu, sehingga kita kesulitan untuk menerima dua hal yang kontradiksi. Padahal hidup ini mengajak kita untuk mensinergikan dua hal yang bertolak belakang.

Fisikawan pernah bertentangan sengit tentang hakekat dari cahaya. Selama seratus tahun semua sepakat bahwa cahaya itu gelombang kontinu, bukan materi. Tapi kemudian Einstein mengatakan bahwa cahaya itu terdiri dari paket bernama photon. Baru kemudian orang bisa menerima bahwa semua materi pun memiliki sifat gelombang. Cuma berbeda pada oservability nya. Ada yang sifat gelombangnya mudah diobservasi, ada yang tidak.

Dalam dunia digital kita mengenal tabel logika, tabel kebenaran (truth tabel) yang terdiri dari dua keadaan yang sama pentingnya, ‘1’ dan ‘0’. Kedua bit ini, ‘1’ dan ‘0’, secara sinergi membangun dunia digital. Mulai dari komputer canggih, Internet super cepat, sistem otomatis, sampai ke multimedia yang indah dan mengesankan, kedua bit ini, yang saling bertentangan, bekerjasama membentuk dunia masa depan kita.

Manusiapun dikaruniai otak besar kanan dan kiri. Otak kanan untuk imajinasi dan seni, sedangkan otak kiri untuk analitik dan matematika. Keduanya harus bersinergi untuk membuat hidup kita tumbuh lengkap. Keduanya perlu bersinergi agar kita bisa punya ide cemerlang.

Bahkan perilaku hidup kita pun harus mensinergikan dua hal: determinasi dan rileks. Gesit dan santai. Tegas dan fleksibel. Bila kita terlalu ngotot, kita bisa kena sakit jantung. Kita terlalu santai, tidak ada yang dihasilkan. Jadi it has to be both, disinergikan.

Lha bagaimana caranya? Saya masih belajar tentang hal ini. Tapi saya jadi ingat, kombinasi ini terjadi saat saya main sepakbola, kasti, atau sport lainnya di sekolah dasar dulu. Saat istirahat kami bertanding di halaman sekolah. Seru. Tapi semua tahu it was a game. Fun. Saya tidak ingat kami kalah atau menang. Yang saya ingat itu nafas terengah-engah keringatan dengan tertswa-tawa gembira. Saat itu pasti kami mengeluarkan kemampuan terbaik, berusaha keras, penuh determinasi. Tapi pada saat yang sama it was fun. Dan hasil akhirnya tidak terlalu penting.

Itu satu contoh yang bisa saya temukan tentang bersinergi antara determinasi dan rileks. Jadi mungkin hidup dualisme yang seimbang itu memandang hidup sebagai life sport games.

Bangsa-bangsa timur mengenal dualisme yin-yang. Bahkan bendera Korea Selatan itu menggambarkan simbol dualisme itu. Saya tidak tahu banyak tentang detail dan filosofi mereka. Yang saya lihat adalah mereka sudah mengali dan menerima dualisme dan mensinergikan dua hal yang bertentangan sejak beribu tahun lalu.  Saya pikir keberhasilan komunis Cina dibanding komunis Uni Soviet adalah pada kemampuan menerima dualisme, komunis dan kapitalis sekaligus.  Buat Cina, itu natural.  Buat Uni Soviet itu bencana.

Jadi dua hal yang berbeda jangan dipertentangkan, tapi disinergikan. Ini meng-improve life.


  1. Sepakat, Pak!

    Oleh karena itu, “Classical Logic”, yaitu logika yang merepresentasikan keadaan hanya dengan “1” dan “0”, sangat miskin sekali menjelaskan fenomena yang berkenaan dengan informasi.

    Sekarang ini, ada beberapa alternatif untuk mengatasi hal tersebut; yaitu “Quantum Logic” dan yang kedua “Fuzzy”, seperti yang merupakan keahlian Pak Armein.

    Dalam “Quantum Logic”, kebenaran dapat direpresentasikan dalam superposisi “1” dan “0”; keadaan seperti itu disebut dengan “Phase state”. Dan menariknya, “Phase State” ini juga tunduk kepada operasi “Classical Logic”, seperti ada “AND”, “OR”, “NOT” dsb.

    “Quantum Logic” menurut saya suatu saat akan bermuara atau berekonsiliasi ke “Fuzzy” juga suatu saat.

  2. bendera indonesia jg dualisme pak, merah putih 😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: