Alive

Semasa kita di sekolah dasar, kita belajar tiga makhluk hidup: tumbuhan, hewan, dan manusia.  Ketiga mahkluk hidup ini memiliki kesamaan: hidup.  Bedanya adalah cara kita mengisi kehidupan kita.

Tumbuhan itu hidup di mana dia berada.  Dengan tenang, dia  hidup dan bertumbuh.  Dia menerima apa yang ada di lingkunagnnya.  Dengan pasrah dia menjalani hidupnya.  Dan tidak jarang ia bisa tumbuh besar dan lama, seperti pohon-pohon raksasa di hutan.

Dan ia memberikan banyak kegunaan bagi semua.  Ia bisa mengayomi.  Rumah bisa dibangun dengan kayu. Kita bisa mengeyangkan dengan beras, jagng, ubi, sayuran, bahkan buah-buahan. Taman dibuat indah oleh kembang warna warni.  Tanpa tumbuhan, praktis hidup di dunia akan sangat berbeda.

Hewan lain lagi.  Ia memiliki mobilitas tinggi.  Ia bisa berlari sekencang jaguar.  Ia juga bisa terbang secepat elang.  Dan ia bisa berenang segesit lumba-lumba.  Hewan bisa bergerak ke mana-mana.  Waktunya dihabiskan untuk berburu, mencari makan, dan berkembang biak.  Belantara Afrika misalnya penuh dengan kisah heroik hewn-hewan menghabiskan hidup, mencari makan, dan prokreasi.

Hewan pun berguna bagi kita.  Banyak sekali.  Daging panggang dan sate sangat nikmat.  Kuda bisa membawa kita ke tempat jauh.  Merpati bisa membawa surat pos. Kerbau bisa membajak sawah.  Kulit wool domba menghangatkan di musim winter. Dan seliweran ikan di aquarium menenangkan jiwa.

Kalau begitu apa keistimewaan manusia, dibanding dua makhluk hidup lainnya?  Kita melakukan hal-hal yang dilakukan tumbuhan dan hewan.  Tapi, manusia punya kreativitas.  Manusia punya mimpi.  Manusia punya inisiatif.  Manusia bisa mencipta.  Membuat sesuatu yang tadinya tidak ada.

Manusia bisa berempati.  Dia bisa merasakan persaan orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri.  Ia bisa membayangkan apa yang terjadi pada orang lain.

Kedua hal ini, kreatif dan empati, antara lain mendefinisikan kemanusiaan.  Kedua hal ini membedakan kita dengan hewan dan tumbuhan.

Kalau kita diam saja dan tidak mengubah keadaan, maka kita hidup seperti tumbuhan.  Sukses kalau lingkungan subut, dan gagal kalau lingkungan keras.  Atau kalau kita menghabiskan waktu untuk mencari makan dan berkembang biak, maka kita hidup seperti hewan di belantara Afrika itu.

Tentu kita perlu melakukan hal-hal dasar, seperti yang dilakukan tumbuhan dan hewan.  Karena kita sama-sama makhluk hidup.  Apa yang harus dilakukan makhluk hidup lain mestinya penting juga untuk kita.

Tapi saya pikir kemanusiaan kita mendapat makna lebih saat kita mengembangkan imajinasi kita, untuk berkreasi dan berempati dengan orang lain. Saat kita berbagi karya.  Saat kita berbagi rasa.  Di sanalah kita tampil beda dengan mahkluk lain.

Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini bagi sahabat-sahabat semua yang berbahagia.


  1. Leo

    Setuju Pak,

    tapi mungkin kalau saya bisa menambahkan Pak (dikutip dari apa yang saya dapat dari orang lain), yang paling membedakan manusia dan tumbuhan/hewan ialah yah faktor ke-rohani-annya.

    Manusia pasti akan selalu bertanya:
    – dari mana dia berasal (past)
    – mengapa/untuk apa hidupnya (present)
    – ke mana dia setelah hidupnya (future)

    sekedar membagi saja Pak.

    selamat puasa jg buat temen2 yang menjalani.

  2. yaniwid

    Kreatif dan empati…. Setuju !
    Itu karena manusia berbeda dengan tumbuhan atau hewan yang hanya punya insting untuk bertahan hidup.
    Manusia dianugerahi akal dan hati untuk menilai benar/salah dan menimbang baik/buruk….




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: