Female Brain

Saya memang belum meneliti secara ilmiah, tapi pengalaman saya selama ini memberikan kesimpulan sementara (hipotesis) bahwa pikiran wanita itu berbeda dengan pikiran pria. Saya duga ada female brain dan male brain.

Saya lahir di keluarga dengan distribusi wanita-pria 50:50. Saya punya dua saudara wanita, Martina dan Yuanita, dan satu saudara pria, Yusak. Keluarga saya sendiri dominan wanita. Sebelum Marco lahir Desember 1999 lalu, praktis saya dikelilingi empat wanita cantik, Andria, Kezia, Gladys, dan the best one Ina. Dan semua memiliki strong personalities.

Saya perhatikan otak itu seperti perangkap pemantul. Sesuatu yang masuk ke dalamnya akan dipantulkan dan tumbuh membesar. Otak itu seperti jerami dibasahi bensin. Pikiran kecil seperti percikan nyala api yang kemudian membakar hebat dalam otak.

Nah female brain itu mudah dipicu oleh perasaan. Percikan nya itu adalah perasaan: senang, riang, sendu, sedih, marah, kecewa, cemburu, sebel. Begitu percikan ini masuk, maka female brain itu akan menyala dalam lamunannya. Female brain akan memantul-mantulkan perasaan itu sampai membesar sendiri. kemdian perasan itu terlalu besar, sehingga tidak tahan ia keluar menjadi ucapan, tindakan, dan perilaku.

Pandangan female brain atas dunia dibangun dengan kerangka perasaan. Koordinat-koordinat event, peristiwa, atau situasi dibangun dengan sumbu-sumbu perasaan, bukan sumbu faktual. Kalau saya tanya Ina jalan menuju kampus ITB, misalnya, Ina akan menjelaskan dengan bahasa perasaan: “lebih enak lewat sini, baru ke sana…”. (Sedangkan saya sendiri selalu membayangkan peta, jarak, waktu, baru kemudian kelancaran dan kenyamanan).

Male brain agak beda. Dia ditriger oleh value. Nilai. Yang dilamunkan male brain itu adalah spektrum antara sukses atau gagal, untung atau rugi, status terhormat atau tercela. Pada umumnya pria itu rindu sukses dan takut gagal, terutama dalam hal karir dan pekerjaan. Jika ia pebisnis, dengan sistem nilai profit, maka dia akan melamunkan hal-hal yang terkait dengan untung rugi.

Kerangka event male brain dibangun dengan sumbu-sumbu faktual. Setiap peristiwa diposisikan dalam koordinat bersumbu sistem nilai dan realitas. Persepsi tentang dunia itu mirip sekali dengan deskripsi di buku ilmu pengetahuan alam ataupun koran politik.

Tentu tidak bisa kita membagi female dan male brains itu secara kaku. Ada porsi kecil yang saling tercampur pada kita. Tidak sedikit pria yang memiliki female brain yang dominan, yang cenderung mengambil keputusan berbasis judgment perasaan, bukan judgment faktual. Dulu saya suka pusing menghadapi kolega dengan jalan pikiran yang membingungkan. Setelah saya mengerti bahwa female brain-nya dominan, saya bisa bersinergi dan bekerjasama dengan baik.

Tentu tidak berarti female brain itu inferior terhadap male brain. Mereka setara. Male brain butuh female brain, dan sebaliknya. Tanpa pikiran Ina, hidup saya akan kering tanpa surprises. Tanpa pikiran saya, hidup Ina akan chaos diharubirukan perasaan.

Cuma barangkali saran saya pada wanita, berhati-hatilah dengan percikan itu. Kendalikan nyala api dalam lamunan. Pastikan percikan yang diijinkan masuk ke dalam lamunan adalah happy feelings. Biar happy feelings yang berkobar. Jangan perasaan yang negatif. Karena kalau sudah dilamunkan, wah gawat, nyala kobarannya panas sekali. Dan anda akan menderita sekali karenanya. Demikian juga pria yang menyayangi anda.


  1. Hahahaha.. terharu saya, ternyata Pak Armein sangat perhatian pada wanita.. hehe..
    Bner banget pak, cewek tuh emang lebi gampang emosian, dan makin direnungi bakal makin parah. Makanya, kalo cewek udah mulai emosian, mending dibujukin ato diajak melakukan hal2 lain yg dia senangi. =P

  2. Kalau perasaan negatif yang sudah berkobar dalam female brain, dia bisa menghanguskan satu kota. Huh mengerikan ..
    (semoga female brain saya masih sedikit terdesak oleh bagian male brainnya shg tidak dominan dan saya tidak usah bayar ganti rugi akibar kebakaran itu hehhehe)

  3. Haha… bener jg pak!
    Makanya sering terjadi hal2 konyol antara cewek dan cowok 😀

  4. wah…ada buku judulnya ‘female brain’ pak. saya pikir bakal membahas itu dr judulnya.
    sama ma inez…saya salutnya… Bapak trernyata memperhatikan wanita yah…hebat2…salut2…

  5. Weh,sy ikut pak.
    Saya susah mengerti mengapa para ABG wanita begitu histeris di pinggir panggung waktu lihat penyanyi beraksi. Jadi ngeri … sumpah.

  6. hmmm… *sambil catet2 buat bahan gombalan*

  7. apakah sesuai namanya, female brain dimiliki wanita dan male brain dimiliki laki-laki, Pak? Atau itu hanya sifat otak saja?
    saya sendiri merasa punya banyak bagian male brain, walaupun saya wanita.

  8. Saya malah dibilang suami, terlalu rasional…demikian juga kata temen cowok yang lain. Atau saya harus lebih feminin???
    Akhirnya si bungsupun seperti itu….Mungkin karena lingkungan sejak sekolah, kuliah dan bekerja, sebagian besar didominasi pria…..sehingga sering menjadi wanita sendirian.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: