A Failure is a Terrible Thing to Waste

Bila kita mengalami masalah, bencana, tragedi, kegagalan, atau kesulitan, kita cenderung untuk cepat-cepat keluar dari situ, pergi untuk melupakannya. Ini seakan menolong kita untuk lepas dari trauma. Tapi saya pikir obat yang terbaik adalah menerima realitas itu, bukan lari dari situ, dan mencoba mengubahnya menjadi tenaga pendorong bagi pertumbuhan kita yang baru.

Salah satu insting yang saya ingin terus kembangkan adalah insting untuk memanfaatkan kejadian apapun untuk kebaikan dan keuntungan pertumbuhan kita. Apapun itu, baik kemujuran maupun bencana. Kita harus belajar menguasai cara untuk memanfaatkan setiap keadaaan untuk keuntungan pertumbuhan kita. Kita perlu menjadi pakar dalam hal ini

Kata orang bijak, a failure is a terrible thing to waste. Artinya, jangan sia-siakan peluang, minimal pelajaran yang berharga, dari sebuah kegagalan.

Tidak mudah memang, tapi di dunia ini apapun yang tidak mudah selalu bisa dipelajari dan dibuat menjadi habits.

Saya pikir langkah pertama adalah menerima (accept) sebuah kebenaran bahwa baik atau buruk adalah suatu cara pandang. Sebuah tragedi adalah sebuah kemujuran. Di balik sebuah masalah ada kebaikan. Di balik kesulitan ada keuntungan.

Salah satu mentor saya di ITB, seorang dosen, sangat saya kagumi. Ia memberi contoh dan pengaruh besar bagaimana untuk berinisiatif dan berkiprah di kampus. Suatu saat saya berkesempatan bertanya, mengapa Bapak bisa punya kemampuan seperti ini? Jawabannya membuat saya heran. Rupanya dulu saat sidang tugas akhir S1, ia dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang. Ia sangat shock. Dan sejak itu dia berubah, dan sangat memperhatikan pertumbuhan dirinya. Dan sikap ini merambah ke banyak hal, sehingga ia bertumbuh menjadi salah satu inisiator yang diakui banyak orang. Seandainya semua berjalan lancar dulu, ia yakin ia hanya kan jadi orang biasa-biasa saja, never takes risks.

Langkah kedua adalah menjadi sensitif tentang bagaimana kita bisa bertumbuh dari tragedi ini. Setelah kita yakin akan kebenaran bahwa ada berlian di balik tragedi, maka sekarang waktunya untuk mencarinya. Apanya yang bisa membuat saya bertumbuh.

Salah satu ordo pastor Katholik yang paling kuat adalah ordo Yesuit. Kelebihan mereka datang dari sebuah ritual, di mana setiap malam, sebelum tidur, mereka diharuskan untuk menulis semua peristiwa, tindakan, keputusan, perasaan yang mereka alami selama sehari itu, dan mengkaji nya. Di mana they did wrong. Di mana they did well. Apa seharusnya yang dilakukan, kali berikut mereka menghadapi masalah yang sama. Apa pelajaran hari ini. Tiap malam! Kita tidak harus menjadi pastor Yesuit untuk mencuri ide ini dan menerapkannya dalam hidup kita.

Langkah ketiga adalah berprilaku otomatis untuk selalu mengambil manfaat dari setiap situasi. Ibaratnya, pedagang sejati itu selalu bisa melihat duit di setiap hal. Dari tambang emas sampai bangkai tikus. Kita pun harus selalu bisa melihat kesempatan bertumbuh di setiap event dan act on it.

Saat saya sakit, dan harus dirawat inap rumah sakit, saya tahu badan saya memberikan warning. Ada sesuatu yang salah pada cara saya hidup, cara saya makan dan sebagainya. Saya sadar kalau saya ulang lagi, saya akan masuk lagi ke rumah sakit. Maka kesakitan saya itu memberikan disinsentif untuk tidak lagi melakukannya. Keluar dari rumah sakit, saya menjadi orang yang bersikap lebih baik, lebih dewasa, dan lebih benar.

Terkadang kita kecewa karena ada kesempatan yang tertutup. Kenyataannya, kesempatan itu seperti pintu, dan manusia sering bingung dalam ruang kehidupannya karena itu memiliki banyak pintu. Hatinya mendua. Ia ragu-ragu. Bersyukurlah saat sebuah pintu tertutup. Karena dengan demikian kita bisa mantap melangkah memasuki pintu yang lain.

Waktu saya masih kecil, saya pernah iktu rombongan mahasiswa mendaki Gunung Empung di utara Tomohon. Di tengah jalan, otot saya terasa sakit. Lelah sekali. Saya tersiksa. Dan belum tiba di puncak. Tetapi saya jalan terus, dan akhirnya tiba di puncak Empung. Wah pemandangan indah sekali.

Saya pikir begitu. Siksaan dan kesakitan saat kita gagal itu sama dengan siksaan saya saat belum tiba di puncak gunung. Kirta cuma harus melangkah terus. Karena di puncak itu pemandangan indah sekali.


  1. tapi kalau gagal jadi pemain game online, lebih baik cepat-cepat keluar/berhenti dan melupakannya 🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: