Kekalahan Hillary Clinton

Masih soal pilkada dan pemilu, menarik juga untuk menganalisa kekalahan Hillary Clinton dari Barack Obama. Clinton adalah politisi kelas berat. Kemampuannya sudah teruji. Tapi akhirnya ia kalah sangat tipis dari pendatang baru Obama. Bocornya memo internal tim sukses Clinton menguak beberapa penyebab menarik dan pantas dipelajari.

Agar adil, kita perlu mengakui bahwa kemenangan Obama sangat tipis. Clinton mampu memperlihatkan kegigihan dan daya juang yang superhuman. Ia mengeluarkan semua kemampuannya. Bahkan Bill Clinton pun memperjuangkannya habis-habisan. Tapi yang ia lawan adalah sebuah fenomena politik. Obama itu disebut-sebut sebagai talenta yang langka, sekelas John F. Kennedy bahkan Abraham Lincoln.

Dalam Memo yang bocor itu, terungkap kondisi kerja tim sukses Clinton yang buruk. Terjadi persaingan antar kelompok, dan Clinton did not do anything about it. Dia seakan tidak berdaya melihat perselisihan dan ketidak-sehatian tim nya.

Clinton juga cenderung tidak mau mengambil pilihan yang sulit. Ia cenderung menunda keputusan atau membiarkannya.

Saya memandang kualitas Clinton, dalam hal memimpin tim sukses kampanye, kalah dibanding kualitas Obama. Tim sukses Obama bergerak jauh lebih mulus. Ia mampu menggerakkan tim nya sampai ke akar rumput. Ia menetapkan peraturan dalam tim sukses, dan itu ditegakkan.

Logika saya mengatakan, kalau kita tidak bisa memimpin tim kita, bagaimana kita bisa memimpin seluruh negara? Kalau kita tidak bisa mengendalikan tim kita, bagaimana kita bisa mengendalikan aparat. Kalau kita tidak bisa menggerakkan tim kita sampai ke akar rumput, bagaimana kita bisa menggerakkan seluruh rakyat? Kalau kita tidak bisa mengalahkan lawan kita dalam kampanye, bagaimana kita bisa memperjuangkan kepentingan negara melawan musuh?

Saya pikir inilah esensi dari kampanye pemilu, pilkada, pilwalkot, dan sebagainya. Kampanye bukan saja untuk terpilih. Ini adalah ujian dari kepemimpinan kita, terhadap diri sendiri, terhadap anak buah, terhadap rakyat, dan melawan musuh. Kita memang harus mendemonstrasikan kualitas ini dalam kampanye, dan hasilnya adalah pembuktiannya.

Kualitas kita terlihat saat kita menang mupun saat kita kalah. Saat kita menang, maka kita sudah membuktikan kemampiuan kita bertarung. Kemampuan itu sekarang harus dibelokkan untuk bertarung melaman masalah-masalah masyarakat. Tim sukses jangan dibubarkan. Tim sukses berubah mensukseskan seluruh program pemerintah dan mensukseskan kemajuan rakyat. Kalau masa kampanye, kita menggalang massa untuk memilih kita, saat menang kita terus menggalang semua untuk membangun.

Kemarin Trendi secara terbuka mengaku kalah dan mengucapkan selamat pada Dada-Ayi, siap mendukung. Padahal penghitungan suara resmi belum selesai. Saya angkat topi! Inilah sikap yang tepat bagi yang kalah pemilu. Karena dari sikap ini, ia menjadi pemenang. Ia menghindari rakyat dari ekses buruk demokrasi. Ia mengakui upaya keras kompetitornya. Dan ia menghormati keputusan rakyat. Ia meletakkan kepentingan rakyat di atas kemenangan pribadi atau kelompok. Dan ia percaya bahwa Tuhan belum mengizinkan kemenangan kali ini.

Jangan seperti kasus pilkada Maluku Utara. Tidak ada yang menang mayoritas mutlak (di atas 50%). Semua mendapat suara di bawah 50%, tapi ngotot merasa pemenang. Lupa mereka bahwa lebih dari 50% voter sebenarnya menolak mereka. Menangis kita melihat nasib rakyat Malut yang punya stok pemimpin seburuk itu. Sampai hari ini rakyat Maluku Utara tidak mendapat madu dari demokrasi. Yang dia dapat itu racunnya. Itu karena para calon tidak mau menerima takdir Tuhan untuk kalah.

Jadi point saya, masa kampanye adalah masa untuk mendemonstrasikan leadership dan kemampuan memperjuangkan kepentingan rakyat. Ingat musuh rakyat itu (kemiskinan, ketertinggalan, penindasan, kekalahan daya saing global) jauh lebih hebat dari saingan kampanye kita. Jadi kalau mengalahkan saingan kita saja kita tidak bisa, bagaimana kita bisa mengalahkan musuh rakyat nanti?

Itu yang diperlihatkan Memo internal tim sukses Hillary. She is not ready to lead from Day One. Mimpin tim sukses saja keteteran.


  1. Betul pak…tapi apapun sekarang Hillary mendukung penuh agar Obama terpilih…..ini yang bagus demokrasi ala Amerika Serikat.

    Memang menjadi pemimpin tidak mudah, apalagi pemimpin yang bersifat melayani, serta membutuhkan keputusan tepat dan cepat…..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: