Menggaet Investasi?

Saya terkadang berjumpa dosen yang bangga sekali sudah berhasil menggaet investasi. Biasanya kita sebagai dosen punya ide bisnis teknologi. Tapi kita butuh modal untuk menjalankannya. Dan tidak banyak yang mau berinvestasi. Sehingga kita bangga dan senang kalau akhirnya ada yang mau. Cuma menurut saya, untuk suatu bisnis, ukuran keberhasilannya adalah revenue bukan investasi.

Sekitar delapan tahun lalu, saya punya kolega dosen yang pintar menjual ide bisnis. Saya terkagum-kagum. Tidak heran, ia mendapatkan dana investasi. Tapi tidak ada yang berhasil. Saya dengar ia melakukannya berulang-ulang mungkin 4-5 kali. Wah entah berapa milyar dana investor sudah dihabiskannya.

Beberapa tahun kemudian, seorang dosen lain lagi. Mampu memobilisasi dana milyaran untuk proyek energi. Bahkan saya dengar ia berhasil men-secure dana internasional mendekati triliun untuk fase berikutnya. Saya terpesona. Ujungnya tidak jelas. Uang investor hilang begitu saja.

Tidak hanya mereka. Ada saja dosen yang datang dengan berita baik. Berhasil menggaet investor. Saya tentu ikut senang. Tidak mudah orang mau mempertaruhkan uangnya untuk ide dosen bukan. Cuma I have learned my lessons. Apakah ini tempat kita mengecewakan investor, menghabiskan uangnya, atau kita punya strategi penjualan yang baik? Investor, apalagi yang awam, suka percaya membuta pada dosen ITB. Ujungnya ia bisa kecewa.

Pada akhirnya, revenue yang penting. Penjualan yang penting. Karena investor ingin uangnya kembali. Dan ini membutuhakn model bisnis yang viable untuk menjustifikasi investasi. Kalau dulu saya mendapatkan dana investor, saya bangga. Sekarang tidak. Saya lebih fired-up sekaligus hati-hati karena ini seperti mendapat peluang sekaligus punya hutang. Saya bekerja keras untuk memastikan adanya revenue.

Di akhir 2003, mahasiswa-mahasiswa saya mendirikan Clarisense, sebuah perusahaan di bidang digital communications. Mereka berkali-kali menolak investor masuk, karena model bisnis saat ini belum menjustifikasi investasi. Mereka lebih memfokuskan pada mencari revenue ketimbang mencari investasi.

Saya pikir itu adalah keputusan yang bijak.


  1. setiap investasi punya risiko, kita harus siap untung dan rugi.

  2. IMHO, saya setuju dengan komentar “Forum Investor”.

    Yang paling penting adalah calon investor mendapat pengertian yang mendalam mengenai resiko yang akan dihadapi.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: