Kapal Laut

“Sebuah kapal tidak pernah dibuat hanya untuk diam di pelabuhan…”

Ya betul.  Kapal dibuat di galangan begitu lama.  Begitu banyak pekerja yang terlibat.  Bukan supaya diikat di pelabuhan menjadi tontonan.  Tapi untuk berlayar, menembus samudera.

Kapal pinisi buatan orang Bugis sungguh istimewa.  Bentuknya kecil.  Tetapi bisa tiba di Taiwan bahkan Madagaskar.

Kita juga begitu.  Tidak diciptakan untuk mengurung diri di tempat yang aman.  Atau untuk nampang di pelabuhan.  Kita diciptakan untuk mengarungi samudera kehidupan.

Samudera bisa bergolak.  Bisa mengerikan.  Tetapi justru itu, sebagaimana setiap kapal memang didesain untuk itu, kitapun didesain untuk mengarungi samudera.  Melalui samudera kita bisa mencapai tanah pelabuhan impian.


  1. Mengena sekali, Pak… Saya semakin bersemangat untuk mengarungi samudera untuk mencapai tanah pelabuhan impian saya. :))

  2. Sangat memberikan motivasi Pak. Lalu bagaimana jika kapal itu keletihan dan harus docking, dan docking lagi dan docking lagi.
    Apa ditenggelamkan saja? he he he…
    Soalnya baru tadi pagi saya ke galangan kapal ngecek kapal saya yg lagi docking di Tg Priok.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: