Jalan Mana yang Kau Tempuh?

Di akhir 1950an lahir dua kakak beradik berkulit hitam Michael dan Christopher Darden. Mereka dari keluarga miskin dengan delapan anak, di Richmond dekat San Francisco, California. Karena sering kelaparan, Michael dan Chris sejak kecil belajar mencuri. Mereka berotak sangat encer. Bertahun-tahun, sampai mereka menjadi pencuri yang sangat ahli. Sampai mereka SMA,  Chris terancam drop-out. Setelah lama merenung Chris melakukan titik balik, berhenti jadi penjahat, sedangkan kakaknya Michael terus.

Betapa berat jalan yang ditempuh Chris. Semua teman-teman di lingkungannya menghina dia. Tidak cool. Tapi Chris berketetapan hati. Akhirnya ia berhasil lulus SMA, kemudian lulus sekolah hukum dan menjadi Jaksa di Los Angeles. Beberapa tahun kemudian dia dikenal sebagai salah satu jaksa penuntut O.J. Simpson dalam sebuah kasus pembunuhan. Ia harus berhadapan dengan pengacara sekelas Johnnie Cochran. Hari ini dia sudah berhenti menjadi jaksa dan bekerja sebagai profesor hukum di California State University.

Bagaimana dengan Michael kakaknya? Michel sempat menjadi tentara dan bertugas ke luar negeri. Namun sekembalinya dari tugas ia meneruskan perilaku berandalnya. Ia kemudian terjebak obat bius dan AIDS. Johnnie Cochran sempat menggunakan keberandalan Michael untuk mendiskredit Chris di pengadilan O.J. Simpson. Tanggal 29 November 1995, Michael meninggal dunia karena AIDS.

Ini kisah dua orang, dengan latar belakang kemiskinan dan situasi tidak berdaya yang persis sama. Tapi yang satu memutuskan untuk membelok ke kiri dan yang satu membelok ke kanan. Yang satu memutuskan untuk mengubah nasibnya, yang satu membiarkan nasib mengubah hidupnya.

Jalan mana yang ditempuh?

Ada masa kadaluarsa (expiration date) untuk menyalahkan keadaan. Menyalahkan kondisi. Chris memutuskan untuk bertindak, sedangkan Michael tidak. Kedua nya menjalankan perjuangan yang berat, sama beratnya, tetapi pada jalan yang berbeda.

Saya pikir, kalau kita tahu kita berada di jalan yang salah, detik ini juga kita harus berhenti dan pindah ke jalan yang benar. Tidak boleh terlambat.


  1. Saya suka kalimat “Ada masa kadaluarsa untuk menyalahkan keadaan”. Boleh saya jadiin koleksi saya? 🙂

  2. al fiyan

    Hidup selalu saja dihadapkan pada pilihan2, yang seringkali membuat kita harus memilih satu di antara dua atau bahkan lebih hal yang sama2 membuat kita berat memilih…

    tapi kita harus memilih bukan? karena kita gak bisa selfish dan memilih semuanya untuk kita miliki sendiri…

    wallahu a’lam

  3. times for us to make our script… we are responsible for ourselves..

    it’s times to see on ‘what can we do’ rather than worrying about things that ‘we can’t change’..

  4. orangawam

    nurani, bukan Nuraeni.
    Hanya ada dua pilihan: ikut apa kata nurani apa tidak
    Nurani membimbing ke jalan yang benar (membahagiakan), dan pilihan lain tidak.

  5. azrl

    @ anis; silahkan dengan senang hati, saya dapat kalimat seperti dari JK Rowling

    @orangawam: nuranipun perlu selalu diuji, karena nurani orang bisa tumpul atau datang dari kebiasaan. Terimkasih utunk kunjungan dan komentar-komentarnya nya




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: