Puber Ketiga

Orang mengalami masa puber di usia remaja. Saat tubuh secara fisik menjadi dewasa. Tapi saya pikir agar orang betul-betul dewasa, ia perlu mengalami tiga kali puber.

Puber pertama ya itu tadi perubahan fisik. Organ tubuh berkembang menuju kekedewasaan. Fungsi lelaki dan kewanitaan menjadi penuh. Secara fisik tubuh manusia siap untuk memiliki keturunan dan reproduksi. Jadi dikatakan orang yang sudah mengalami puber ini menjadi manusia dewasa fisik sepenuhnya.

Tapi menurut saya seharusnya puber itu tidak berhenti sampai situ. Kalau berhenti sampai situ maka cuma tubuh fisik nya yang menjadi dewasa.

Manusia perlu mengalami puber yang kedua: kedewasaan mental dan intelektual. ia mempunya pikiran dan pengetahuan yang benar tentang dunia ini. Dulu anak kecil percaya hantu. Setelah dewasa ia tidak asal berpikir tanpa pengetahuan. Dulu kita berpikir bumi itu rata. Ternyata bumi itu bulat. Dulu kita pikir matahari mengelilingi bumi. ternyata terbalik. Dulu kita pikir orang itu cuma berbahasa Indonesia. Ternyata ada orang asing. Bule. Bule pun rupanya bermacam-macam.

Datangnya kesadaran baru akan realitas yang benar tentang dunia ini adalah bentuk dari puber kedua. Orang menjadi dewasa dalam berpikir. Tidak lagi mudah ditipu dengan berbagai pendapat yang simpang siur. Mampu berpikir independen dan bahkan kritis. Ia mengenali alam semesta. Dan lebih lagi, ia mampu mengawinkan pemikirannya dengan pemikiran orang lain, serta mereproduksi pemikiran dan ide-ide baru. Ini kedewasaan yang dibawa oleh puber kedua.

Puber ketiga datang pada saat terbangunnya kesadaran dan kedewasaan spiritual. Saat kesadaran eksistensi mendapatkan makna spiritual. Di sini seseorang mengerti makna kehidupannya dalam konteks kehidupan orang lain. Mengerti berbagai esensi kehidupan.

Dulu dia berdoa lebih karena takut masuk neraka. Dia percaya Tuhan sambil tidak tahu persis Dia itu siapa. Ia tidak mencuri, bukan karena menghromati milik orang, tapi karena takut penjara. Dia tidak melanggar karena ada yang lihat. Setelah puber ketiga, dia tidak lagi begitu.

Orang tidak lagi menjalankan ritual kosong. Orang tidak lagi berbasa-basi. Orang tidak lagi mengejar-ngejar kekayaan materi semata. Ia melihat cahaya kehidupan dan tiba-tiba segalanya menjadi terang. Ia menikmati keindahan. Ia menghormati dan menikmati karya seni.

Puber ketiga mendewasakan jiwa. Ia menemukan jati dirinya. Ia mampu berpadu dengan semangat orang lain. Dan iapun melahirkan ciptaan, kreasi. Yang berkilau memenuhi dan memuaskan dahaga akan keindahan.

Saya kira kedewasaan penuh akan tercapai pada saat orang bisa mengalami puber ketiga itu. Setelah terjadi transformasi fisik, intelektual, dan spiritual.

Jadi, kita jangan berhenti bertumbuh. Jangan mau menyerah berusaha agar kita bisa mencapai kedewasaan sejati.


  1. cerita tentang diri sendiri ya pak?
    hhehe 😛

  2. orangawam

    Saya alumni ITB.
    Sejak awal menginjak kampus ITB, sudah terasa bahwa kematangan jiwa(maturity, kedewasaan) tak bisa diperoleh disini. Begitu pula pada institusi pendidikan pasca sarjana di luar negeri. Banyak yang berharap bahwa dengan lebih memahami gejala fisik yang disebut hukum alam, akan mendekatkan pada ke sejatian (Tuhan), yang berarti pula lebih mematangkan jiwa. Ini tidak mungkin, karena dimensinya berbeda. Orang belajar ilmu pengetahuan untuk memperoleh pengetahuan tinggi. Orang juga harus belajar spiritual untuk memperoleh pengalaman spiritual yang akan mematangkan jiwanya.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: