Pentingnya The Truth

Plato punya satu cerita menarik. Ada sebuah kapal terombang-ambing di tengah laut. Mereka kehilangan kompas dan peralatan navigasi. Sebenarnya ada satu awak kapal yang sangat ahli navigasi. Tapi ia tidak populer dan cenderung pendiam. Karena panik, kapten kapal dan awaknya lebih mendengar seseorang yang pintar bicara. Ia mampu mempesona para awak, dan mentertawakan ide si ahli navigasi. Akhirnya kapal terdampar di samudera, dan seluruh awak tewas kelaparan.

Dalam menghadapi kompleksitas hidup, kita sering dituntun oleh kepercayaan. Sesuatu yang kita percayai bisa menolong kita menghadapi kesulitan hidup. Dan datangnya seseorang yang pandai bicara sangat menyejukkan. Membuat harapan kita melambung.

Tapiu buat apa kita percaya sesuatu yang sebenarnya tidak benar?

Di kampus ITB maupun di tempat lain, saya sering berdebat. Biasalah, keputusan sebelum diambil sering harus dibicarakan dengan tuntas. Dan perdebatan ini baik sekali.

Cuma saya sering merasa terganggu kalau melihat pendapat didasarkan pada asumsi yang tidak jelas. Bahkan asumsi yang tidak faktual dan tidak berdasar itu dipaksakan sebagai argumen. Terjadilah perdebatan yang heboh dan buang-buang waktu.

Dan dalam hal sebaliknya. Kita mencurigai orang secara tidak berdasar. Akibatnya kita memusuhinya tanpa dia salah apa-apa. Kasihan ya? Oleh sebab itu penting sekali kita tahu benarnya seperti apa. Persisnya seperti apa. Pikiran kita harus terbuka. Jangan asal percaya.

Buat apa kita ngotot mempercayai sesuatu yang sebenarnya tidak benar bukan?


  1. al fiyan

    curhat nih…

    :mrgreen:

  2. Kadang asumsi-asumsi jg kita perlukan untuk menyederhanakan dan memudahkan mengambil kesimpulan/keputusan Pak. Tentunya asumsi ini harus melihat fakta/kecenderungan/kebiasaan yg ada.

  3. orangawam

    ITB. Kekuatan sekaligus kelemahannya.
    Di ITB kita dididik untuk menyelesaikan persoalan sendiri, dengan mengacu referensi. Kemandirian ini akan terbawa terus nanti setelah terjun di masyarakat. Dampaknya, alumni ITB mampu memimpin di segala bidang. Tidak bertele-tele untuk menetapkan suatu keputusan.
    Kekurangannya . . . . maaf, tapi ini fakta: alumni ITB sulit diajak kompromi. Padahal banyak putusan canggih yang dapat diperoleh dari suatu kompromi. Karena itu, jauh lebih mudah memimpin di institusi yang bukan ITB.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: