Kuadran Menentukan vs Tanggung Jawab

Pernahkah anda merasa kesal di tempat kerja? Ada orang yang setelah mengubah keputusan anda begitu saja terus pergi. Anda yang harus melaksanakan nya menjadi kelabakan. Kalau ya, anda terjebak di Kuadran 4: bertanggung jawab tapi tidak menentukan.

Bayangkan suatu bidang bersumbu dua. Sumbu x dibagi dua: bertanggung jawab dan tidak. Sumbu y pun dibagi dua: menentukan dan tidak. Kedua sumbu ini membentuk empat kuadran.

  1. Kuadran 1: harus bertanggung jawab dan berhak menentukan.
  2. Kuadran 2: tidak bertanggjungjawab dan berhak menentukan.
  3. Kuadran 3: tidak bertanggungjawab dan tidak menentukan.
  4. Kuadran 4: harus bertanggungjawab dan tidak menentukan.

Lihat gambar di bawah.

Kuadran Menentukan vs Tanggung Jawab

Kuadran Menentukan vs Tanggung Jawab

Misalnya anda Walikota Bandung. Timbul masalah berat, seperti masalah sampah. Kota Bandung dipenuhi sampah. Kemudian anda mengusulkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah. Tapi kemudian anda diprotes keras. Demo siang malam memaksa anda untuk menarik kembali ide ini.

Nah anda terjebak di kuadran 4. Anda bertanggung jawab terhadap masalah sampah, tapi akhirnya demo itu yang menentukan hasil akhir. Pendemo sendiri ada di kuadran 2. Ia tidak harus bertanggungjawab dengan masalah sampah. Tapi ia berhasil ikut menentukan arah keputusan.

Dalam persaingan antara pemerintah dengan oposisi, oposisi selalu berusaha berada di kuadran 2 dan menempatkan pemerintah di kuadran 4. Hasilnya memang tidak menyenangkan. Karena pemerintah yang sudah bekerja keras merasa tidak dihargai.

Memang kritikus itu hampir selalu ada di kuadran 2. Perhatikanlah mereka yang senang mencela dan mengecam, di koran dan layar TV misalnya. Pada umumnya mereka ada di kuadran 2.

Saya juga terkadang menghadapi hal yang sama. Biasanya saya selalu mendengar semua kritikan. Tetapi kritikan yang berbobot adalah kritikan yang datang dari kuadran 1 dan 4. Ini datang dari rekan sekerja, boss, atau anak buah kita, yang ingin sama-sama maju.

Kita harus belajar untuk mengcounter kritikan dari mereka di kuadran 2, dengan membuat mereka pindah dulu ke kuadran 1, baru kritikan mereka diperhatikan. Kalau tidak berhasil, usahakan mereka masuk ke kuadran 3. Yang pasti jangan pernah kita mau diperangkap di kuadran 4.

Demikian juga, kita belajar untuk menahan diri tidak gampang melontarkan kritik. Apalagi kalau kita berada di kuadran 2 atau 3. Kita lebih baik tutup mulut. Kalau kita ingin mengkritik, kita pindah dulu ke kuadaran 1, baru kritikan kita sampaikan. Tidak selalu berhasil menahan diri ya, tapi at least niatnya begitu.


  1. analogi yg cerdas pak 🙂

  2. Pak Armein, gimana caranya naik dari kuadran 4 ke kuadran 1, kalo tidak punya posisi di perusahaan/organisasi ?

    Ceritanya, manajemen perusahaan tempat saya bekerja sama sekali tidak mau tau terhadap proses teknologi yang dijalankan engineers-nya. Akibatnya, semua kesalahan di sisi manajemen selalu dilemparkan ke sisi teknikal (engineernya bekerja terlalu lambat, terlalu banyak bugs, hasil prototypenya nggak sempurna, dsb).

    Padahal, kl dilihat lebih teliti, semua kesalahan itu terjadi karena manajemen tidak punya visi dengan teknologi yang dikembangkan di dalam perusahaan (they dont know what they’re selling, what makes our technology better than competitors, why it takes more time to test, etc). Penginnya selalu hari ini bikin, besok demo ke calon customer.

    Ujung-ujungnya, engineers-nya bekerja siang malam (dan sabtu-minggu), demi memenuhi harapan kosong manajemen.

    Andai saya di posisi manajemen, jalan ceritanya pasti berbeda. But it’s just a dream…

  3. orangawam

    Kata kunci
    Tampilkan suatu kebenaran, dan semua orang akan mengikutimu.
    Tampilkan suatu kebohongan, dan semua orang akan menjauhimu.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: