Raja Diaper dan Tissue

Banyak yang tahu produk Huggies. Itu diaper untuk bayi. Dan lebih banyak lagi yang tahu Kleenex, ya. Tissue pembersih. Tapi mungkin tidak banyak yang tahu perusahaan pembuatnya: Kimberly-Clark. Dan salah satu pemimpinnya dahulu yang benama Darwin E. Smith.  Kita perlu belajar banyak dari Smith ini,

Di tahun 1971, perusahaan Kimberly-Clark ini nyaris ambruk. Bisnisnya jatuh. Mereka mencari CEO baru. Dan yang terpilih adalah Darwin E. Smith.

Smith ini kaget, karena dia cuma orang sederhana. Belajar jadi lawyer. Dan tidak merasa mampu menjadi CEO. Bahkan sebagian orang pun berpendapat seperti itu. Tapi ya sudah, dia sudah terpilih. Jadi tugas CEO itu kemudian dijalankannya. Semua berpikir dia tidak akan bertahan lama. Karena dia tidak qualified untuk job ini.

Tetapi selama 20 tahun, ternyata Smith mampu bertahan sebagai CEO. Di tangan Smith, Kimberly-Clark muncul sebagai perusahaan tersukses. Mengalahkan rival-rivalnya.

Dan Smith itu orangnya halus, ramah, dan tidak menonjol. Tidak banyak yang kenal dia. Bukan selebriti. Dia lebih banyak diam, dan menikmati menghabiskan waktu dengan karyawan-karyawan.

Tapi jangan tertipu. Smith punya saraf baja. Dalam keadaan kritis ia memutuskan untuk menjual semua bisnis Kimberly-Clark. Semuanya. Kecuali ya itu: Huggies, Kleenex, dan sebangsanya. Kemudian selama 20 tahun mereka berjuang memperbaiki produk ini dan menjualnya.

Dan berhasil bukan? Kita semua beli barang dia, minimal Kleenex.

Betul. Smith tidak qualified untuk job itu. Smith pun mengakuinya. Tapi, saat pensiun, ia mengaku resep keberhasilannya: “Saya tidak pernah berhenti berusaha agar saya qualified untuk job ini…”

Saya rasa ini amat penting. Kita bisa saja tidak mampu. Tapi kita sekali kali tidak boleh berhenti berusaha agar kita qualified. Kita harus belajar seluk-beluk tugas kita. Belajar prinsipnya. Belajar detilnya.

Bukan gampang menyerah, dan tinggal bilang, saya tidak mampu.

Saya melihat, salah satu tragedi kita adalah, kita mudah menyerah. Berhenti belajar. Tidak berusaha. Kalah oleh keadaan. Tinggal bilang tidak mampu.

Smith memang raja diaper dan tissue. Tapi itu terjadi karena ia menolak menjadi bayi berdiaper yang sibuk mengusap air mata dengan tissue. Ia tidak pernah berhenti berusaha agar qualified dengan job nya.

Kita juga bisa ya…




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: