Kemenangan Kebaikan

Di film-film action jaman dulu, jagoan kita selalu menang melawan penjahat. Cuma dalam realitas ending terlihat tidak selalu begitu ya.

Dalam peperangan kebaikan melawan kejahatan, masing-masing pihak mengeluarkan kesaktiannya.  Jurus-jurus sakti.  Kiat-kiat.  Pemenang ditentukan oleh siapa yang berjuang paling keras dengan kesaktian yang paling hebat.

Seperti main catur.  Tiap hari maling putar otak bagaimana mengalahkan polisi.  Sebaliknya, polisi juga begitu, putar otak berusaha mencari akal baru melawan kejahatan (semoga beneran begitu ;-)).  Sampai-sampai polisi harus belajar berpikir seperti maling, dan maling belajar berpikir seperti polisi.

Tapi sering hal ini kebablasan.  Polisi kemudian bertindak atau bertingkah seperti penjahat.  Misalnya, saat teroris menyerang Amerika, Amerika sangat marah.  Iapun menggempur sarang teroris, dan menangkap tersangka teroris untuk dikirim ke kamp konsentrasi, seperti di Guantanamo.  Sekarang terbalik. Penyiksaan dan teror dilakukan di kamp itu.  Mereka melakukan hal yang persis sama dengan hal yang mau mereka perangi: teror.

Ironis sekali melihat orang yang menyangka sedang menang, padahal sedang kalah.

Kebaikan mulai kalah saat ia tidak percaya diri.  Ia menegakkan kebaikan menggunakan cara-cara yang jahat.  Saat kita menegakkan hukum dengan cara melanggar hukum, kita justru meruntuhkan hukum itu.  Kalau kita menangkap maling jemuran, kemudian kita bakar hidup-hidup, kita sudah kalah telak.  Menang Pilkada dengan mencurangi kompetitor itu adalah kekalahan moral dan tatanan demokrasi.

Jadi kalau kita berhasil dengan cara yang salah, kita menang pertempuran tapi sudah kalah perang.  Sebab kebaikan itu adalah soal integritas juga.  Integritas tujuan dengan cara.

Kita jangan membiarkan kebaikan kalah oleh kejahatan.  Keindahan oleh keburukan.  Kebenaran oleh penipuan.


  1. “Kebaikan mulai kalah saat ia tidak percaya diri. Ia menegakkan kebaikan menggunakan cara-cara yang jahat. Saat kita menegakkan hukum dengan cara melanggar hukum, kita justru meruntuhkan hukum itu. ”

    Pak,jadi teringat cara2 Joker menjatuhkan Jaksa Harvey Dent di Film Batman terbaru,The Dark Knight.

  2. fadlly

    ngomongin tentang kejahatan dan kebaikan, film batman the dark knight emang bagus untuk jadi referensi…beda banget sama batman jaman pendahulunya yang komik banget, menang di efek film, tapi skenarionya ketebak…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: