Drama Queen

Sering saat kita merasa tersinggung atau disakiti, kita terdiam. Sambil pikiran emosional kita melayang ke mana-mana dan kekesalan memuncak. Kemudian kekecewaan dan rasa sakit hati kita memuncak. Kita mendramatisir kesedihan kita. Kita berubah menjadi drama queen.

Drama Queen itu sebenarnya sebuah istilah yang digunakan bagi sesorang yang melebih-lebihkan emosinya dengan cara yang dramatis. Hal kecil dan sepele menjadi sensasional. Menggunakan kata-kata seperti pada pertunjukan drama, atau sinetron.

Terkadang saya juga begitu. Saat saya kecewa karena keinginan saya tidak terjadi, saya menyalahkan orang lain. Menjelekkan orang lain. Kemudian mencoba memperlihatkan betapa saya dirugikan atau disakiti. Betapa ini tidak adil. Saya adalah korban.

Mengapa saya bisa begitu ya? Mungkin dengan begitu, saya bisa menarik simpati orang. Rupanya orang terpengaruh dan bersimpati pada seseorang yang menjadi korban. Dengan melihat saya sebagai korban, maka orang bisa kemudian berbalik mendukung saya.

Hmm. Bukan hanya urusan pribadi. Di politik pun begitu.

Saat Megawati dan PDI-P menjadi sasaran kekerasan Orde Baru banyak orang bersimpati. Megawati dan PDI-P nya adalah korban. PDI-P bisa menang pemilu. Kemudian SBY, saat menjadi menterinya Presiden Megawati, dicuekin Mega karena ketahuan mau jadi presiden. SBY bergaya seperti korban, dan rakyat bersimpati. Mereka kemudian memilihnya menjadi presiden.

Ternyata terlihat menjadi korban itu menguntungkan. Oleh sebab itu, orang senang menampilkan diri sebagai korban. Mendramatisir penderitaannya. Menjadi drama queen.

Menjadi drama queen sebenarnya ya tidak membahayakan orang lain. Tapi saya pikir itu tidak bagus. Bukan karakter yang baik dan mulia. We should not be a drama queen to exploit other people.

Karena seorang drama queen itu mengeploitasi orang lain. Cenderung menipu. Ia mengangkat fakta tidak dengan benar, tapi dipresentasikan berlebihan. Ia tidak proporsional. Yang baik diredam dan yang buruk didramatisir. Dan yang lebih buruk lagi, kita menjadi cengeng dan rapuh. Permasalahan yang terjadi mungkin valid. Tapi karena didramatisir, penanganannya bisa salah.

Saya sekarang jauh lebih waspada dengan perasaan saya. Kalau saya mulai kecewa pada sesuatu, saya harus peka dengan perasaan saya dan menjaga ucapan saya. Supaya tidak seperti drama queen. Malu ah…


Advertisements

  1. mungkin karena dunia kita adalah dunia penuh sandiwara/sinetron pak, jadi semua mencapai tujuan dg cara2 seperti itu

  2. hihihi
    saya suka sekali istilah drama queen ini. saya pikir semua orang dengan keegosentrisannya; pasti senang menjadi drama queen, semua perhatian dan dukungan terpusat padanya.

    saya tidak termasuk yang suka menjadi drama queen, malu. tapi mungkin tidak sadar pernah. saya juga manusia kan 😀 (ini “mengemukakan excuse” termasuk episode drama queen ga?)

  3. Queen Syifa Nebraskha

    hem, agak ilfil sih sama sifat yang satu ini 😦

  4. Titi Nara

    Aku kadang butuh menjadi drama queen untuk sebuah ide cerita yang akan tertuang menjadi cerpen atau sejenisnya 🙂

  5. Reblogged this on Kurdianto' s Blog.

  6. pemuda pemudi 1945

    keren tulisanmu tentang drama queen ini, good job kawan

  7. rara

    hahaha di kantor saya juga ada yang DRAMA QUEEN bangeeeeet- apa2 nangis histeria
    putus pacar, pacar pergi, kerja yang terlalu berat, capek, tugas, atau diremehkan kerjaan nya

    pertama2 saya terharu dan jatuh iba,,, tapi lama2 ENEG

    jijay bajaaaay…

  8. jadi drama queen itu pasti bakalan menang di awal, tapi bakalan hancur di akhirnya, apalagi
    jika melakukannya secara terus menerus atau dalam istilah bhsa jawanya itu ‘numman’

  9. tamara selvira

    akhir-akhir ini kenapa ya saya selalu seperti drama queen… dan itu membuat saya senang diawal tapi berfikir “ngapain coba tadi kaya drama queen gitu” diakhir… -_-

  10. mantan gw ntu macem drama queen, muak saya gan.

  11. lia_aniezza

    Bisa dibilang saya drama queen,Tp hanya saya yang merasakannya sendiri dan gak pernah menjatuhkan orang sama sekali,cma agak berlebihannya dengan air mata gak gak abis” klo lagi ada masalah x_X




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: