SMS Santet

Beberapa waktu lalu saya dengar berita heboh SMS santet.  Saya tidak mengerti ini persisnya bagaimana.  Apa bisa tulisan di sms membuat orang tersantet?

Saya tentu tidak berkompeten menjawab urusan persantetan ini.

Tapi menarik untuk mengkaji apa benar teks sms bisa mempengaruhi orang?  Apakah tulisan bisa mempengaruhi orang?

Sejak dahulu orang mengerti kekuatan kata-kata.  Kata-kata yang diucapkan dengan cara tertentu bisa menjadi mantra, ucapan yang berpengaruh gaib.  Dengan kata lain, ya, kata-kata bisa berpengaruh.

Kita memang tidak terbiasa dengan mantra.  Tapi konsep nya sebenarnya digunakan setiap hari.  Iklan-iklan dipenuhi dengan taglines, kalimat pendek yang berisikan pesan iklan.  Misalnya, Telkom memasang iklan untuk layanan Fleksi, dengan tagline dan jingle: Telkom Flexi, .. bukan  telepon biasaaa… Jingle dan tagline seperti ini bisa nempel di kepala kita, tidak pergi-pergi.  Dan ini ikut bertanggungjawab atas keberhasilan Telkom meraih jutaan pelanggan Flexi.

Kata-kata yang tepat bisa menghibur dan menguatkan.  Kata-kata yang jahat bisa membuat orang down, patah semangat, dan merasa kalah.  Mungkin SMS santet berisi kata-kata ekstrim yang jahat, ya.

Oleh sebab itu, keliru sekali orang yang menganggap enteng pelajaran Bahasa.  Ia kehilangan penguasaan yang sangat penting bagi pekerjaannya maupun relasi sosialnya.  Oleh sebab itu, kita perlu terus mempekaya kosa kata kita, terutama kosa kata yang membangun dan mendorong kegembiraan.

Sebaliknya, kita yang senang menyakiti orang lain atau melemahkan orang lain dengan kata-kata kita itu sebenarnya tidak lebih baik dari pengirim SMS santet, ya.

Mari kita berbahasa dengan benar, baik, dan.. bagus


  1. yang baek dan bener apa baik dan benar pa 😉
    yang bagus? yang membangkitkan semangat? yang lucu aja boleh ga, biar menghibur

  2. azrl

    @ayi: yang benar itu artinya sesuai tata bahasa dan tidak bohong. Yang baik itu artinya mencapai tujuan. Yang bagus artinya indah dan puitis 🙂

  3. haha.. pak saya dari siantar.. mungkin tempat dimana bapak dengar tentang sms santet itu di daerah saya di siantar.
    Memang saya akui, tingkat pendidikan di sana emang rada kurang, (tapi bukan sedikit loh yang masuk itb he he he)..

    nah waktu saya cuti, di sana tersebar berita tentang sms yang layar jadi merah. Ada yang bilang layarnya jadi putih. Menurut pengakuannya sih, itu membuat mereka lemas. Makanya, itu dibilang sms santet.

    Tapi, akhirnya saya menerima berita bahwa, ternyata handphone memang bisa memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik yang bisa membuat orang lemas. Jadi, yah secara ilmiah itu yang masih kelihatannya bisa diterima akal.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: