Memerangi diri sendiri

Terkadang saya bingung, mengapa Tuhan mengijinkan peperangan terjadi di mana-mana?  Orang mengangkat senjata dan berusaha menaklukkan lawan-lawannya.  Apa sih yang bisa kita pelajari dari ilmu perang?  Saya tidak menyukai perang.  Tapi kita bisa belajar ilmu perang untuk mengalahkan diri sendiri.

Hambatan terbesar kemajuan seseorang sebnarnya adalah dirinya sendiri.   Sejak kecil kita tidak melatih diri untuk membangun sikap yang positif dan kreatif.  Sering kita terlalu berhati-hati dan takut membuat inisiatif.  Dulu waktu kecil, wajar.  Kita bisa celaka kalau tidak hati-hati.  Tapi saat dewasa, sikap itu malah menjadi kontraproduktif.

Kendaraan Ina untuk ke mana-mana adalah sepeda motor Suzuki Shogun, yang kami beli tahun 2001.  Motor ini sangat terawat dan tidak pernah mengecewakan.  Selalu setia dan tidak pernah mogok.  Kelemahannya cuma satu, cepat habis kanvas rem.  Saya dulu heran, lho kok bisa?

Ternyata Ina selalu menginjak rem, meskipun saat dia memacu dan tancap gas.  Ina orang yang hati-hati, tidak ingin celaka di jalan.  Oleh sebab itu ia ingin mengendalikan laju motornya dengan gas dan rem sekaligus.  She feels comfortable driving dengan rem yang terus terpasang.

Akibatnya kanvas rem habis.

Kita juga sering begitu.  Hidup dengan rem yang selalu terpasang.  Masih mending kalau cuma kanvas rem yang habis.  Bisa beli lagi.  Seringkali roda hidup kita menjadi panas akibat gesekan rem ini.  DSan perkembangan kita tidak maksimal.

Nah ini yang harus diperangi.  Musuh kita, yaitu ketakutan dan mungkin kesombongan kita itu, harus bisa diidentifikasi.  Kita harus selalu waspada dengan perasaan kita sendiri.  Tahu apakah kita sedang takut, marah, atau gelisah.  Kemudian kita mengenalinya, sehingga kita tahu bahwa kita sudah tiba di medan perang.

Musuh kita sukar dikalahkan kalau kita tidak memiliki keahlian berperang serta senjata yang memadai.  Saya sendiri selalu belajar mengusir dan membentak pikiran negatif yang datang.  Saya menjadi peka dengan perasaan saya, dan setiap pikiran negatif datang, saya segera mengenalinya, dan saya usir terkadang dengan kasar.  Harus cepat-cepat diusir, karena pikiran buruk punya kebiasaan untuk bertumbuh, makin besar.

Lucu memang, jadinya saya mengusir pikiran sendiri.  Memerangi pikiran sendiri.  Tapi di usia saya ini, saya sudah punya cukup pengalaman pahit untuk mengetahui penderitaan yang akan saya alami bila saya mengijinkan pikiran buruk itu tumbuh.  Jadi, daripada sengsara nanti, saya meilih untuk berperang secepat mungkin sebelum lawan ini tumbuh menjadi besar.


  1. musuh kita adalah ketakutan dan kesombongan. walaupun mereka adalah musuh tapi tetap dibutuhkan.

    tanpa rasa takut akan membuat manusia tidak berhati-hati. tanpa rasa sombong akan membuat manusia tidak memiliki nilai. dan rasa sombong membuat manusia bangga akan sesuatu yang dimilikinya.

    bukankan dalam wawancara pekerjaaan sering kali ditanya apa kelebihanmu? bontotnya menjawab hal yang bagus-bagus agar dapat menjual diri kita.

    maaf jika salah.

  2. prasetyoz

    truly..
    i’m addicted

  3. PutriOc

    tapi memang benar pak, kalau kita terbiasa memasuki pikiran kita dengan hal-hal buruk dan tidak segera menyadarinya atau menganggapnya sebagai suatu hal yang bisa (lumrah) bisa gawat… gwat untuk kita sendiri.

    >Lucu memang, jadinya saya mengusir pikiran sendiri. Memerangi pikiran sendiri.<

    Terakhir kali saya menyindir pemikiran saya sendiri yang sedang kesal dengan seorang teman saya. Dalam pikiran seperti selalu mencari perbandingan yang buruk2 tentangnya, atau mencari kesalahan2 dan kejelekan2 sifatnya…
    lalu untuk menghentikan pikiran saya itu, saya katakan “bukan kan saya juga sama buruknya dengan mencari-cari keburukan orang lain, seperti menganggap diri ini yang paling baik dan benar…” hahaha… tutup kasus deh di otak (bungkam seribu bahasa)




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: