Tempayan ajaib

Konon beribu tahun lalu ada kekeringan di suatu negeri. Seorang janda miskin hanya punya sedikit lagi terigu dan minyak. Datanglah seorang suci meminta makan dan minum padanya. Dalam kemiskinannya dan kekecewaannya itu, janda ini masih bersedia membuat kan makanan untuk orang suci ini. Sebagai imbalan, orang suci yang sakti ini mendoakan tempayan janda ini, dan voila… tempayan ini tidak berhenti menghasilkan terigu yang cukup untuk janda dan puterinya. Dan buli-buli tidak pernah kosong menghasilkan cukup minyak.

Wah, asik betul ya punya tempayan ajaib ini…?

Hmm, saya tercenung. Belum pernah sekalipun saya kelaparan. Saya tidak pernah ingat saya tidak bisa makan. Tiap pagi di meja saya sudah ada roti, siap di bawa ke kantor. Setiap siang semua kantor yang saya datangi menyediakan makan siang. Kalau tidak, di setiap restoran dengan ramah pelayan menyajikan makanan. Saya tinggal pilih menu. Kadang-kadang bahkan harus hati-hati, takut kolesterol atau asam urat.

Malam pun demikian.

Ya memang, saya harus bayar. Tapi aneh, uang yang saya bayarkan itupun tersedia di ATM Bank BNI. Setiap saya perlu, saya ke sana, masukkan kartu, tekan PIN, dan … keluar uang sebanyak yang saya perlu hari itu. Saya tidak pernah mengisi ATM itu. Setiap bulan ada saja yang mengisinya, terutama STEI dan Bagian Keuangan ITB.

Kayaknya selama ini saya sudah punya tempayan ajaib itu…


  1. Yup Bener pak. Cm kesederhanaan pandangan dan kerendahan hati yang bisa melihat hal2 seperti ini. Tempayan itu sebenarnya sudah kita miliki. Hanya saja kita sering tidak melihatnya.

  2. Romy

    Yes..
    Our God is Jehovah Jireh..
    Dia selalu buktikan kepada kita setiap hari bahwa Dia selalu menyediakan apa yang kita butuhkan..
    Thanks you for posting sir..
    Remind me again to give thanks in everything and everytime..

  3. biar tempayannya terus ke-refill kan kita harus usaha ya pak? hehe.. kayak si janda juga berbuat baik ke orang asing dulu, meski dia sendiri lagi kesusahan.

  4. Saya kadang2 masih ngerasa kelaparan. Bukan krn gak punya duit buat beli makanan, tp krn males nyari. Misalnya pas lg dikurung kesibukan. 🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: