The art of falling in love (10)

Beberapa waktu lalu, saya date berdua Ina di Victoria, Jalan Dipati Ukur. “Ma, apa sih yang membuat seorang wanita tertarik sama pria?”, tanya saya.  Ina tertawa.  Ngapain sih tanya-tanya?

Iaaa, saya tergelitik dengan banyak orang pintar di ITB, penuh pengetahuan, tapi soal lawan jenis jeblok.  Kalaupun tahu teori, banyak ngawurnya.  Tidak ada salahnya kita tolong, kan?  Dengan memberikan pengetahuan yang benar… gitu lho.

Saya percaya banyak pria yang baik di dunia ini.  Demikian juga banyak wanita yang baik.  Tapi karena budaya kita menghalangi pertemuan mereka ini, maka banyak yang tidak bisa menjalin relasi yang sehat dan satisfying.

Dan ironisnya, orang yang nggak bener kok kayaknya lebih having fun dalam hal-hal beginian…

“OK deh”, jawab Ina, “ada banyak faktor”.  Kalau gadis remaja memang mengejar tampang dan popularitas.  Tapi kalau ia beranjak dewasa, tampang tidak terlalu menentukan.  Asal nggak kucel amat.  (Naah dengerin tuh, jangan nggak PD karena tampang tidak sama dengan bintang film).

Beda wanita, beda selera.  Tapi, kata Ina, yang sama adalah cowok itu harus punya suatu kelebihan, terutama dalam kekuatan karakter.  Bisa juga dalam prestasi olah raga, kepemimpinan, bisnis, seni, spiritual atau akademis.

Saya mencoba mengerti maksud Ina.  Cowok itu harus ada specialnya.  Harus membuat si cewek merasa cowok ini berharga untuk dimiliki.

Saya pikir, wajar ya.  Kan cewek ini memilih untuk menyerahkan hidupnya seumur hidup pada satu orang.  Dia ingin sekali, satu-satunya yang dipilihnya itu benar-benar special.  Kita juga kan begitu, ya nggak?

OK, jadi gimana dong.  Good newsnya, you are special.  Saya sangat percaya, setiap orang itu special.  Tidak tanggung-tanggung, yang membuat kita itu Tuhan sendiri.  Tidak mungkin tidak special.

Kita cuma harus bertumbuh, dari benih special itu menjadi dewasa.  Saat kita mengasah kepribadian kita, maka kita menjadi special.  Jangan berhenti bertumbuh.  Supaya si dia terus menemukan bahwa semakin lama kita semakin baik.

Ina dan saya tidak pernah berhenti belajar dan bertumbuh meskipun sudah duapuluh tahun menikah.  Kita belajar saling mengenal.  Dan satu yang tidak pernah gagal memikat hati Ina: saat ia semakin mengenal betapa masih banyak keistimewaan cinta dan kasih sayang di dalam hati saya yang rupanya belum tersingkap selama ini.  Dengan kata lain, saat saya semakin bisa mengekpresikannya.   It is there all the time, cuma maklumlah orang ITB itu autistikan.

Nah, nasehat saya pada cowok-cowok nir-mitra (katanya istilah jomblo nggak sopan, jadi ganti nir-mitra aja hehe).  Daripada sibuk mengasah keisitimewaan macam-macam, show her how much you really love her.  Dijamin deh.

That is it.  Kita perlu special.  Kita perlu menonjol.  Tapi yang paling special dan menonjol itu adalah kehebatan cinta kita pada nya.  Dan ini tidak memerlukan tampang bintang film whatsoever.

Masih banyak masukan dari Ina, tapi mungkin untuk tAoFiL berikunya ya.

Happy loving...

(Eh, untuk mbak-mbak pengunjung Village ini, bener nggak sih…?)


  1. Masa sih Pak anak2 ITB ampe segitunya dalam urusan cinta? Sini..sini..kenalin ke saya.. 😀 *asas manfaat*

    Btw, bener banget itu. Cewek itu tidak melihat tampang tapi setidaknya kalo untuk diajak jalan gak malu-maluin. Pastinya sih cewek itu mencari pria yang bisa dijadikan imam dunia akhirat. *tsssaaaaahhh………*

  2. Hahaha, keren juga tu istilahnya, nir-mitra satu sodara sama nir-kabel :p

    @KiMi
    sebagian ada benernya, sampe dibikin pilm Jomblo tu, hihihi

  3. F

    wah, istilah nir – mitra nya menarik sekali. sunting ke wikipedia pak. hehehe. 🙂

    Saya perlu belajar sama bapak masalah blogging nih. bagaimana sih caranya bisa mempost banyak tulisann bagus dalam sehari seperti bapak?

    blog bapak menarik sekali, salam kenal y. 🙂

  4. Romy

    Untung gw dulu mahasiswa UNPAR 😛 hihihi…

    Sepertinya hanya masalah kebiasaan aja pak, alah bisa karena biasa..
    Awalnya pasti jantung tuh dag dig dug pas mau telp atau bicara dengan lawan jenis.. Tetapi setelah lama-lama menaklukkan hal itu.. Jadi toekang gombal dah sekarang..
    (pengalaman pribadi nih..) :::hahahaha:::

  5. @Agust … oh film jomblo dibikin di ITB gara-gara itu ya ? (yg dibahas Pak Armein) … baru tahu saya …

  6. “Awalnya pasti jantung tuh dag dig dug pas mau telp atau bicara dengan lawan jenis.. Tetapi setelah lama-lama menaklukkan hal itu.”

    sama pak hehe.. tapi sayangnya joomla sekarang hehe.
    tapi prespektifnya boleh juga pak 😀

  7. coxon3011

    Hum…Ya ya…

  8. rizal

    hahaha. betul pa.

    konon, orang baik itu tidak bisa aktraktif. jadi gini deh…

  9. “Cowok itu harus ada specialnya. Harus membuat si cewek merasa cowok ini berharga untuk dimiliki”

    sebentar.. ini koq kayaknya tips kalo mau mengejar ce yang popular ya? berlaku untuk ce yang biasa2 aja ga? 😀

    betul, setiap orang, ga ce ga cowok harus spesial. harus punya personality yang kuat, khas, tp kalo bisa ya jangan autistik, nanti susah komunikasi! padahal dalam relationship itu, paling penting adalah interaksi antar objeknya. jadi biar ga autistik, banyak2lah sosialisasi, ya ga pa?

    dan ada yang luput:
    cowok justru harus membuat ce merasa spesial untuk dimiliki. caranya? mengertilah wanita, karena ADA band juga sudah bilang: wanita ingin dimengerti 😀

    barangkali perspektif bapa sih yang notabene cowok dan keautistikautistikan bahwa cowok harus spesial dan berharga untuk DImiliki. salah pa, cowok itu MEmiliki (aktif), cewek itu DImilik (pasif), Meski tentu vice versa, namun kadar dominasinya seperti itu, at least ini kepercayaan yang saya anut.

  10. Saya kok gitu juga ya ? Padahal tidak pintar dan belum pernah ke ITB, hehehe.
    Sesusah-susahnya “sistem kendali” dan “signal & system” buat saya masih susah memahami “sistem wanita”. Baca bukunya John Gray malah jadi lemes.

  11. azrl

    @F: salam kenal kembali. Wah saya bingung menjawab pertanyaan ini. Mungkin datang dari curiosity dalam banyk hal, banyak baca dan banyak ingin share ya. Juga terus menulis. Dulu saya sering menulis email, minimal sehari satu. Sekarang saya pindah ke blog saja. Email sudah agak jarang

  12. dari dulu sampe sekaran masih nggk ngerti gmn caranya mengerti cewe…
    sulit banget u_u

  13. Dy, itu suni sudah bilang: baca bukunya John Gray 😀
    ato nyanyi2 aja buat wanita.. dijamin wanita merasa spesial..

  14. wah serius mba? musti baca ni keknya.. 😀
    moga bisa makin sabar ngadepin wanita dan nggk gagal mulu dalam memahami perasaan wanita u_u
    mksh ya mba Ayi..

  15. kuke

    Hihihi.. segitu susahnyakah wanita?
    Padahal wanita bilang.. pria itu yang susah..
    *kalo kata saya.. dua2nya sama susahnya lah.. apalagi tiap2 individu unik.. konsultannya pusing hihihihihihihi..*

    @ Sunu.. tenang2.. cw2 juga ga sedikit yang blingsatan pas udah dipinjemin John Gray 😀

    @ Dy.. hihihi ga segitunya juga kali.. sekedar nyanyi2 terus jadi spesial *lirik b’Ayi hihihi..*

    @ B’Ayi.. setuju..setuju.. harus banyak2 sosialisasi.. jangan betah dalam sangkar autistik yang mungkin selama ini bikin merasa nyaman..

    Menjadi spesial.. penting..
    Punya personality yang kuat.. penting..
    Ada yang bilang.. jadi charming juga penting.. *halah2..*
    Lebih komunikatif.. penting..
    ..
    Tapi ada satu hal.. *untuk menghindari keautistikan akut*.. cobalah lebih manusiawi..
    ..
    Interaksi antar manusia itu.. ga bisa menafikan zona abu2..
    Bukan mesin yang hanya kenal 0/1..
    ..

  16. Btul pak btul..
    Sbnernya intinya sih si cowo harus bisa membuat cewe merasa dihargai dan dilindungi [biar kata skarang jaman emansipasi, yang namanya cewe tetep aja seneng dilindungi =P]. Hehe..

  17. btw “autistikan” maskudnya apa sih Pak?

  18. Saya telusuri, jangan2 Pak Armein ini lagi puber 2(3?). Untungnya, sasaran puber itu Bu Ina.
    Dan jangan2 lagi, kriteria pria baik menurut Bu Ina itu sudah dicocok2an dengan apa yang ada di Pak Armein. Biar suaminya bangga maksudnya. Jadi siapa yang lebih pinter bercinta, P Armein ato B Ina, hayo.

  19. Bener banget kata Mbak Ina…
    Sebetulnya kami ini sederhana saja kok; we just want to know that we are loved and needed.
    sayangnya, banyak yang berlomba-lomba mengunggulkan materi, kepandaian, kedudukan, dll dsb.
    Padahal.. saya hanya ingin merasa nyaman saat dekat dengan pasangan saya…
    Is that too much to ask?
    ….salam kenal Pak…

  20. @tedytirta
    “autistikan” tu sma kya autis kan? hehe 😛
    CMIIW

  21. seprti saya comment di blog pak oemar bakrie, wanita itu memang complicated dan membingungakan..
    atau koment ini muncul karena saya yang autistik ya

  22. auliafeizal

    blognya bagus pak ^^

  23. Putri

    ikut komentar lagi yah pak… dari anak muda nih (hihi, ngaku2 saya)

    saya setuju sama bu Ina, kebanyakan temen co saya yang gagal dalam hal percintaan mengeluh pada perihal tampang…
    haha, padahal asal meraka rapih dan kelakuan ngga aneh2 ngga masalah kayaknya… atau co2nya ngga tepat sasaran aja

    kalau saya : asal orangnya sudah bikin nyaman dan bahagia, punya “kekuatan karakter” yang selalu dia kembangkan dari waktu ke waktu (walaupun cuma 1) sudah bikin saya kagum kok

    @Ayi : “sebentar.. ini koq kayaknya tips kalo mau mengejar ce yang popular ya?”
    masa sih, ngga juga kok… hehe, peace v(^_^)v

  24. Rumano Amos Simanjuntak

    Postingan yang menarik sekali, Pak Armein. Tanggepannya banyak sekali.

    Betul sekali masalah anak ITB memang begitu, minimal dari yang saya lihat sendiri (dan yg sedikit banyak saya alami sendiri). hahaha…

    Dulu waktu masih di kampus, mostly kami belajar sistem LTI. Sedangkan wanita ternyata bertolak belakang, alias nonlinear dan timevarying. Mendouble input bukan berarti mendouble output.

    If we do one nice thing and she is pleased with it, doesn’t mean that if we double the effort, she’ll be double pleased. Dan juga, hal yang sama, dilakukan pada waktu berbeda, hasilnya juga akan berbeda.

    Mungkin itulah Pak sebabnya.hehehe..

    Jadi ingat istilah terkenal jaman kuliah dulu :
    STMJ : Semester Tiga Masih Jomblo
    STMJ : Semester Tujuh Masih Jomblo
    STMJ : Sarjana Teknik Masih Jomblo
    STMJ : Sudah Tua Masih Jomblo
    STMJ : Sudah Takdir Memang Jomblo

  25. saya setuju pak.
    artikel2 the art of falling in love bagus sekali..

    efeknya,setiap ada yg cerita sedang deketin seseorang,
    saya jadi mereferensi kan artikel bpk ini.. 😛

    a-must-read article for those who are falling in love

  26. alam

    Saya juga termasuk anak2 itb yang model begini pak Armein… Thanks atas sarannya yah….

  27. pembelajar semangat

    saya emang telat. tapi mana nih tulisan ke-9 nya?

  1. 1 Mars and Venus are from heaven « Oemar Bakrie

    […] Mei 2008 oleh Oemar Bakrie Cerita soal “the art of falling in love” -nya Pak Aremin sudah sampai seri ke-10 dan tampaknya masih akan berlanjut seakan nggak ada […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: