Impian (5)

Untuk mencapai impian kita itu, kita harus membayarnya.  Bagaimana kita bisa membayar mimpi kita itu?  Dengan menghasilkan apa yang menjadi impian orang lain, dalam sebuah skema yang disebut inovasi value!

Sebagaimana kita, orang lainpun punya mimpi. Punya harapan.  Untuk itu ia bersedia membayarnya.  Jadi kita saing mempertukarkan kebutuhan, melalui inovasi value.

Maksudnya bagaimana?  Apa inovasi value?

Untuk bisa mengerti hal ini, ekonom memiliki beberapa konsep mengenai nilai.  Saya mencoba meringkasnya dalam tiga jenis nilai:

  • Nilai Guna (use value)
  • Nilai Harga (price value)
  • Nilai Biaya (cost value)

Tugas kita adalah menginovasi sesuatu produk yang mempunya use value tinggi bagi orang lain.  Membuat produk ini kan makan biaya. Nah, produk ini harus bisa kita buat dengan cost value yang lebih rendah dari use value.  Kalau berhasil, maka kita menjualnya dengan price value yang lebih rendah dari use value tapi lebih tinggi dari cost value.

Bingung ya?  OK, saya ambil contoh.  Misalnya anda pintar membuat pesta perkawinan.  Nah bagi banyak orang, pesta perkawinan itu sangat penting, karena membuatnya terhormat.  Katakanlah ia menilai pesta ini layak untuk dibayar maksimal seharga Rp 100 juta.  Harga tertinggi yang ia mau bayar adalah use value itu.  Kebetulan anda sangat ahli dalam lika-liku pesta.  Anda tahu pesta seperti itu bisa dilakukan dengan biaya Rp 60 juta.  Nah, itu adalah cost value.  Kalau use value lebih tinggi dari cost value, maka selisih itu adalah hasil inovasi value.

Sekarang tinggal menentukan price value, yakni nilai transaksi uang yang disepakati untuk pesta ini.  Ini dimaksudkan untuk membagi-bagi inovasi value ini. Bila anda berdua menyepakati price value Rp 75 juta, maka anda memberikan nilai ekstra kepadanya Rp 25 juta.  Anda sendiri memperoleh value Rp 15 juta.  Kalau anda sepakati harga Rp 90 juta, maka dia menadapatkan pembagian nilai Rp 10 juta, sedangkan anda mendapat Rp 30 juta.

Tidak semua produk bisa memiliki inovasi value.  Kalau cost value lebih tinggi dari use value, tidak ada inovasi nilai.

Nah produk (atau service) macam apa yang sering  menghasilakn inovasi nilai?  Menurut saya, produk dan services yang menumbuhkan orang lain mencapai impiannya.

Pada akhirnya orang ingin menumbuhkan aspek fisiknya, intelektualnya, dan spiritualnya.

Ia ingin tubuhnya sehat, kuat, gagah, cantik.  Produk dan layanan ini akan laku keras.  Ia juga ingin bisa melipat gandakan efektivitas fisiknya.  Contoh: alat transportasi bisa melipatgandakan kemampuan jelajahnya.  Ini akan laku.

Ia ingin agar ia semakin berpengetahuan.  Kaya ilmu pengetahuan.  Makin pintar.  Nah produk dan layanan yang melipatgandakan kemampuan otaknya akan laku.  Misalnya, buku, Internet, kursus dan sejenisnya, sepanjang efektif, akan laku.  Lihat bimbingan test yang semakin menjamur, apalagi dengan adanya UAN.

Ia ingin agar masuk sorga, baik nanti kalau sudah wafat atau saat ini selama masih hidup.  Orang ingin menumbuhkan spiritualitasnya.  Karya seni, musik, bioskop, sampai ke filsafat, agama akan terus laku.  Karena di sana orang mendapatkan makna dari hidup ini.

Point saya, semua orang punya mimpi, dan hampir semua mimpi itu menuju greatness, sebuah status kebesaran.  Ia ingin menjadi besar, memenuhi panggilan jati dirinya.

Kita harus menolongnya.  Kita harus memberikan apa yang kita punya, dalam bentuk produk, untuk membuatnya mencapai status kebesaran.  Produk yang seperti ini akan selalu laku, dan menjadi sumber inovasi value.

Jadi inilah langkah ke 5 mencapai mimpi kita: menginovasi value dengan memberikan produk bagi orag lain dengan imbalan harga yang akan kita pakai untuk membayar impian kita itu.

Singkatnya, untuk mencapai cita-cita kita itu, kita harus bayar.  Uang untuk membayar itu kita dapatkan dari menjual produk.  Produk itu haruslah membuat mimpi orang lain tercapai.

Asik y


  1. wow.. anda menyampaikannya dengan baik pa 🙂
    bisa jadi refrensi ni kalo mau bikin suatu produk hehe 😛

  2. wah udah mulai masuk part itung2an nih..
    nice

  3. oipiyah

    Menarik. Meraih impian dengan menolong orang lain.

  4. buat saya; pencapaian cita-cita itu memang tidak akan pernah gratis. There’s a price that we must pay. Entah itu beneran berwujud materi atau keringat atau (ini pasti) waktu.
    … mm… komentar ini nyambung nggak sih? hehe

  5. roni

    very inspiring Pak..
    saya ppikir ini suatu pendekatan lain dalam mencapai impian.
    sekali kayuh 2 pulau terlampaui, dalam arti selain impian kita tercapai, orang lain juga akan tertolong dgn impian kita..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: