Turun Harga BBM atau Naik Gaji?

Kenaikan harga BBM sudah berlaku sejak Sabtu kemarin.  Banyak yang protes karena kehidupan tambah susah.  Tapi mana yang kita pilih, demo memperjuangkan subsidi BBM agar harga turun, atau memperjuangkan kenaikan gaji/daya beli agar bisa membeli BBM?

Rekan saya Dr Tatang Hernas argue bahwa seharusnya kita memperjuangkan kenaikan gaji.  Menurutnya, memperjuangkan turunnya harga BBM agar rakyat miskin bisa menikmatinya sama dengan mempertahankan kemiskinan.  Jadi semua disesuaikan dengan kemiskinan dengan maksud mempertahankan rakyat kita di situ.

Saya pikir beliau ada benarnya.  Apakah kita melihat kemiskinan itu statis, sehingga semua menyesuaikan dengan kemiskinan?  Atau kita ingin orang miskin bisa beranjak menjadi kaya, sehingga semua menyesuaikan dengan potensi kekayaannya?

Saya cenderung memilih bagaimana membuat masyarakat lebih produktif.  Dengan demikian dia menghasilkan karya yang bisa dibeli orang dengan harga yang cukup. Dengan penghasilannya itu dia bisa membeli BBM dan lain-lain.

Saya masih ingat di tahun 1996 kurs satu USD itu 2400 rupiah.  Notebook $500 itu berarti Rp 1.2 juta lho.  Sepuluh tahun lalu, saat pemerintah memilih untuk membuat kurs dollar floating (mengikuti harga pasar), banyak yang protes.  Tapi sekarang kita sudah terbiasa dengan kurs 9000an rupiah.  Kita menyesuaikan diri.

Saya kira kita harus menginovasi cara memasok kebutuhan energi memasak dan transportasi khas Indonesia, sehingga harga BBM bisa disiapkan menuju pada harga pasar dunia.  Dulu banyak sepeda, becak dan delman.  Mereka tidak butuh BBM.  Sekarang kita gaya punya kendaraan bermotor.  Tapi hidup jadi sengsara gara-gara harga BBM.

Jadi saya pikir, kita perlu belajar menerima harga BBM sesuai harga pasar dunia.  Tapi kita berupaya agar hidup kita tidak bergantung pada harga BBM.  Dan terpenting,  bagaimana kita bisa produktif sehingga penghasilan bisa naik.


  1. setuju pak. meskipun kenaikan bbm sangat memberatkan banyak orang termasuk saya sebagai mahasiswa. tapi dengan adanya kenaian bbm harusnya kita lebih termotivasi untuk lebih produktif dan inofativ, juga lebih hemat 🙂

  2. Ada teman yg bilang kalau sejak jadi PNS di tahun 85-an sampai sekarang gajinya sudah naik kira-kira 200-300 kali lipat, tapi tetap saja nggak mencapai kebutuhan minimum. Mungkin karena yg dikalikan itu ‘almost nothing’ ya jadi dikalikan berapapun nggak bisa ngejar kebutuhan minimum itu …




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: