Impian (3)

Setelah menulis cita-cita dan the ideal job dalam Buku Impian kita, kita perlu merenung bagaimana ini bisa terwujud.  Nggak tahu anda percaya atau tidak, ini ada suatu keajaiban dunia.  Begitu kita memikirkan sebuah cita-cita, menginginkannya, memintanya, maka dunia seakan-akan berespons berusaha memenuhinya.

Tadinya saya menertawakan ide ini.  Tahyul.  Mumbo jumbo.  Masak sih, kalau kita pengen sesuatu maka itu akan terjadi begitu saja?

Tapi dunia digerakkan oleh keinginan.  When you ask for something, people tend to respond.  Tiap hari riset pasar ingin tahu apa yang dikehendaki orang.  Saya pernah didatangi surveyor, ingin tahu apa kehendak saya.

Google berusaha mendeteksi trend keinginan orang lewat analisa hasil search.  Tiap hari Google bisa memperoleh informasi apa yang dicari orang.  Dan informasi ini sangat berharga untuk membuat produk yang tepat.

Semua bisnis pada dasarnya berupaya memenuhi keinginan kita.  Ia digerakkan untuk memenuhi keinginan kita sebagai konsumen.  Jadi kita punya suatu instrumen yang sangat powerful di sini: dunia bisnis.

Contoh, “Saya ingin mobil kecil dan murah,” begitu teriak banyak keluarga di India.  Jadilah Tata Nano.  Bajaj pun bekerjasama dengan Nisan-Renaut untuk menghasilkan mobil 25 juta rupiah, berkompetisi dengan Tata Nano.

Jadi, minta lah.  Bilang pada marketer.  Bahkan doakanlah impian anda itu.  Maka ini akan menggerakkan investor, inventor, organisasi, ilmu pengetahuan, bahkan alam semesta untuk mewujudkannya.

Desember kemarin, saya panggil tim enjinir kami untk ngobrol.  Saya ingin sebuah produk telepon digital dan komputer thin client digabung.  Bergeraklah semua, mulai dari ahli motherboard, ahli Linux, sampai pada desainer dari FSRD.  Hari ini prototik produk sudah berfungsi, bahkan sudah dipamerkan di ICT Expo di Kemayoran minggu lalu.  Dan ajaib, we actually got funding dari sebuah sumber dana untuk produksi seratus unit.

Gara-gara ikutan Bandos ITB dan tahu ribetnya perkabelan dan sound system Band, saya membayangkan adanya sebuah Band in a Notebook.  Jadi main band dengan modal satu komputer notebook.  Kalau ada event, pesta ulangtahun, syukuran dsb, nggak ribet.  Beberapa waktu lalu mahasiswa tugas akhir saya lapor sudah hampir jadi.  Semoga Juni selesai dan dia bisa sidang.  Produk berikutnya: Band in a Cellphone.  Jadi kita bisa nyanyi diiringi sebuah band yang dimainkan di HP kita.  Saya contohkan itu dua bulan lalu dia acara Comlabs.

Semua yang terjadi dalam hidup saya, sampai dengan DSP Group, Clarisense, PPTIK dimulai dengan membayangkan, memimpikan, kemudian percaya akan impian itu.  Begitu saya menginginkannya, mendadak terjadi pergerakan ke arah sana. Hari ini saya mengetik blog ini di kantor PPTIK yang tadinya tidak ada.  Ajaib ya?

Dua minggu lalu saya membayangkan mau merenovasi rumah saya.  Anak-anak sudah besar, perlu kamar.  Malamnya saya coret-coret bayangan saya itu pada sehelai kertas, dan saya kasih Ina.  Ina buka koran PR, cari iklan siapa yang bisa menggambar rumah. Ketemu satu anak muda, dan Ina beri coretan saya itu.  Sabtu kemarin keluar gambar arsitektur dari bayangan saya tadi itu.  Wah kami senang lihatnya karena bagus. Things start to move toward your desires when you express them.

Jadi kita jangan menganggap enteng akibat keteguhan hati kita.  Bila kita begitu menginginkan cita-cita dan ideal job itu, maka it will start to happenHave faith.


  1. Memang, keteguhan hati dan memiliki kepercayaan diri yang sangat kuat jadi modal utama hidup (terutama di Indonesia). Imajinasi, rencana dan kerja keras saja tidak cukup di sini. American Dream anyone ? Atau ada yang lebih baik dari itu ?

  2. Benar kali pak. Mimpi, ibarat nubuwat bagi diri kita. Akan jadi seperti apa kita, tergantung seperti apa kita menilai, merasa dan mengharap diri kita. Dalam psikhologi itu namanya self-concept. orang yang memiliki self-concept positif, cenderung akan sukses. Apa yang kita impikan sebenarnya mrpk sesuatu yang kita rasakan dan kita harapkan. jadi, bermimpilah yang indah-indah.

  3. tukangbaca

    Pak, saya gak tahu. Cuman concept yang bapak utarakan diatas memang hampir mirip dengan buku nya the succes Rhonda Byrne atau lebih specific ditulis di the science of success nya James Arthur Ray.

    Saya tidak tahu itu benar atau tidak, tapi di buku tersebut dikatakan bahwa pikiran itu sejenis energi menurut fisika kuantum. Dan ternyata ada hukum tarik menarik. Pikiran akan menjadi energi yang memiliki frekuensi. Energi dengan frekuensi yang sama akan saling tarik menarik.

    🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: