A kiss from Marco

Kejadian yang paling menyenangkan hari ini terjadi tadi pagi. Pipi saya dicium Marco, anak saya usia delapan tahun. Sampai sekarang masih terasa sayangnya.

Ceritanya tadi malam Marco berantem dengan Andria. Andria memprint tugas sekolahnya, dan Marco merebut hasilnya. Nyaris sobek. Saya menegur Marco, tapi dia tidak terima. Kita jadi sahut-sahutan. Saya jadi tidak sabar dan membentaknya.

Marco jadi tertunduk dan pergi tidur. Waah, saya nggak bisa tidur, menyesal sekali.

Rupanya saya kecapean dari Jakarta. Seharian ke Kemayoran acara ICT Expo 2008 dan eII 2008. Saya nengok mahasiswa saya yang menjaga stand STEI di pamerannya. Juga mengikuti acara eII 2008. Jadi waktu pulang, saya sudah lelah dan tidak sabaran.

Untung waktu pulang saya sempat beli beberapa potong Rotiboy, kesukaan anak-anak. Yah, saya bisik Ina, nanti besok pagi, sepotong roti jatah saya buat Marco saja.

Betul, pagi-pagi Marco bangun, senang sekali. Sepotong Rotiboy dari saya dia bawa ke sekolah untuk bekal.

Seperti biasa, pagi-pagi jam enam kami sudah berangkat ke sekolah. Setelah Andria dan Kezia turun, tinggal Marco di jok belakang mobil. Saya jadi ingat roti itu. “Marco, nggak lupa bawa roti nya?”. Takut dia lupa. Marco tersenyum ingat, kemudian tiba tiba dia memeluk dari belakang, dan mencium pipi saya dengan penuh sayang.

Waah, saya senang sekali, nggak bisa dilukiskan. Sepanjang hari saya happy. Maafin udah bentak Marco tadi malam ya.


  1. btw sudah bilang kalo bapa menyesal membentak marco? barangkali marco baca blog ini ya 😉

  2. Bentak-membentak Pak Armein dan Marco, saya yakin tidak serupa dengan bentak-membentak kenek metro mini yang awak batak dengan penumpang yang gak mau bayar.

    Bentak-membentak yang pertama adalah bentuk kasih sayang Ayah dan anaknya.

    Saya jadi ingat almarhum Ayah saya, yang dulu sering membentak saya ketika masih kecil; setelah besar, saya semakin paham, bahwa bentakan itu beda dengan bentakan orang lain ke saya; bentakan itu adalah bentakan kasih sayang …

    Membentak, menjewer, bahkan memukul (bukan menggebuk atau menonjok) bisa jadi adalah ekspresi kasih sayang yang tinggi kepada orang yang kita cintai …

  3. Henry

    Ha3x. Sama donk. Saya juga suka RotiBoy. Bensin naik, Rotiboy naik ga ya?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: