Keyakinan

Tragedi kita hari ini adalah kebaikan mudah menyerah pada kejahatan.  Kecerdasan mengalah pada kebodohan.  Kebenaran kalah pada kesalahan.  Keindahan kalah pada keburukan. Ini karena orang baik ragu-ragu dan merasa tidak mampu memperbaiki keadaan.  Saya ingin mengajak kita untuk memutuskan melawan kondisi yang jelek di sekitar kita. Keputusan yang diambil dengan yakin dan tegas bisa mewujudkan cita-cita kita.

Menurut sebuah legenda, suatu hari seorang komandan perang harus melawan pasukan yang lebih besar.  Begitu kapal mereka tiba di tempat tujuan, komandan ini membakar kapal, sehingga pasukannya tidak bisa mundur atau melarikan diri.  Mereka yakin hanya ada satu pilihan: maju.  Melihat mereka tidak punya pilihan, pasukan ini berjuang habis-habisan dan memenangkan pertempuran.

Tapi kita tidak harus begitu.  Kita tidak harus membakar kapal.  Karena keputusan bisa dilakukan saat ini juga dalam hati dan pikiran kita.  Keyakinan akan kebenaran keputusan kita itulah sumber keukatan kita.

Seperti Mahatma Gandhi.  Ia dididik sebagai seorang pengacara dengan hati pencinta damai.  Suatu hari, ia memutuskan untuk melawan pendudukan Inggris di India.  Ia berhadapan dengan super power.  Tetapi senjatanya terbesar adalah keyakinannya, bahwa penjajahan Inggris itu salah.  Dan keyakinan itu menyebar pada ratusan juta rakyat India.  Negara super power bisa menguasai fisik negara dengan senjata.  Tetapi itu tidak mampu melawan keyakinan ratusan juta orang.  India pun merdeka.

Saya pikir kitapun bisa mencapai cita-cita kita.  Mungkin bagi banyak orang, dan kadang-kadang bagi kita sendiri, impian ini sukar bahkan tidak mungkin.  Tapi kalau kita punya keyakinan bahwa ini adalah hal yang benar, maka sejarah membuktikan, pada akhirnya kita bisa menang.

Begitu cita-cita itu kita nyatakan, maka dunia dan khayangan seakan-akan membantu kita mencapainya.

Namun ada syaratnya. Cita-cita kita itu harus benar.  Morally right.  Cita-cita kita itu harus menuju kebaikan bagi dunia.  Seperti memerdekakan kita semua.

Mari kita berusaha memperbaiki hidup kita agar menjadi lebih benar, baik, cerdas, dan indah.  Minimal kita bukan bagian dari masalah, tapi bagian dari solusi.  Kemudian besama-sama kita memerdekakan bangsa kita dari kesalahan, kesia-siaan, kebodohan, dan keburukan.  Dengan keyakinan teguh we will win.


  1. aduh bapa kayak aa gym, suka main singkatan..
    3B+C. cantik pa..

    tapi boleh ngeyel pa?
    benar, koridornya siapa? viewnya siapa? 😉 adakah standar kebenaran dan norma? agama kah?
    demikian juga dengan baik dan bagus, serta cerdas.

  2. sebetulnya dari tragedi yang bapak ceritakan. menurut saya bukan hanya dari keyakinan tapi juga karena seseorang lebih memilih jalan penyelesaian yang cepat, dan kenyamanan pribadi.

    itu menurut aku yang mana pernah kutulis juga dangan tajuk jagoan kalah terus. link-nya:
    http://sukrablog.blogspot.com/2008/03/jagoan-kalah-terus.html

  3. azrl

    @Zenner: ia, itu pengen cepat-cepat berati dia sedang melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan.

    @Ayi: Ya mesti kebenaran yang kita yakini, kan. Karena kita harus bertanggungjawab dengan keputusan kita. Tidak bisa kita nanti menyalahkan orang lain (apalagi Tuhan) atas keputusan kita. Wah, saya baru tahu kalau Aa Gym senang punya banyak singkatan




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: