Jangan padamkan harapan

Harapan adalah nyala api dalam hidup orang.  Tanpa harapan, orang kehilangan gairah hidup.  Oleh sebab itu, kita harus selalu berhati-hati.  Jangan padamkan harapan akan masa depan.

Salah satu penemuan terbesar manusia purba adalah api.  Dengan api, manusia bisa memasak, mencipta, menerangi, dan menghangatkan hidupnya.

Di tengah badai salju, manusia belajar untuk terus menjaga nyala api.  Dengan segala cara api itu dilindungi.  Tidak terbayangkan kesengsaraan yang timbul saat api itu padam.

Saat komunis menang dan mendirikan Uni Soviet, orang-orang anti komunis diangkut ke Siberia.  Bekerja di pertambangan yang dingin sering bersalju.

Termasuk sepasang suami istri.  Mereka dipisah dan dikirim ke kamp yang berbeda.  Bertahun-tahun.

Komandan penjaga heran, istri ini selalu gembira bekerja, meskipun kondisi kerja yang berat.  Tidak senang ia melihat musuhnya senang.  Akhirnya suatu saat ia bertanya, “Mangapa engkau selalu bersemangat?”

Istri ini menujuk ke lubang jendela di atas kamarnya.  “Setiap hari saya melihat ke jendela itu, menunggu hari wajah suami saya muncul di situ mengajak saya pulang.  Senang sekali bila saat itu tiba….”

Komandan kejam ini memerintahkan anakbuahnya untuk menutup jendela itu.  Memakunya dengan papan-papan dari luar.  Hanya dalam hitungan hari istri ini jatuh sakit, makin memburuk, dan akhirnya mati.

Saya sering melihat orang sengaja atau tidak mematikan harapan orang.  Melalui ucapan maupun tindakan. Kita mematikan api dalam hidupnya.  Please, please don’t do that.  Jangan kejam seperti komandan Siberia itu.

Sebaliknya, hari ini mari kita menyemangati orang.  Menyalakan api dalam hatinya.  Kita bekerja keras supaya orang melihat ada harapan masa depan.  Supaya setiap ayah dan ibu melihat ada masa depan bagi anak-anaknya.

Hari ini hari Kebangkitan Nasional.  Saya ingin menjauhkan diri dari slogan.  Mari kita tumbuhkan harapan di benak setiap anak bangsa kita, bahwa ada pelangi di balik awan kelabu.  Dan, we are working on itHard.


  1. hopes keep us alive.. gitu kan pak? hehe.. =D

  2. setujuuuu pak…..jangan pernah bilang bangsa kita gagal. yang ada….bangkitkan semangat tetap membangunnya…eh pak…saya blom minta izin untuk nge-link ke blog saya.makasih ya pak…

  3. Julian

    Sepakat. Saling membangkitkan harapan adalah bagian dari budaya apresiatif (kata Pak Gde Raka). Sayangnya belum membudaya di bangsa kita 😦

  4. Sangat bijak, sangat cocok dalam suasana ‘Kebangkitan Nasional’.
    Terima kasih atas nasihatnya…..

  5. Ceritanya sangat mengena Pak. Thanks

  6. azrl

    @winD: silahkan dengan senang hati

  7. Iz's Weblog

    jadi menurut bapak mematikan harapan orang lain adalah tindakan yang tidak terpuji ya, lalu bagaimana dengan bapak sendiri … pernahkah bapak memupuskan harapan orang lain dalam hal apapun , lalu bagaimana solusinya, dan apakah bapak yakin bahwa orang tersebut dapat menerimanya, mungkin bisa jadi pengajaran untuk kami. Thanks

  8. meninggikan harapan (seseorang) juga ga baik2 amet pa
    apalagi ketika terjatuh: will you stay? enggak kan? face it aja alone.

    (comment saya sounds negative begini ya, hehehehehe)

  9. azrl

    @Iz: kadang-kadang saya tidak sabar mengajar anak saya dan mendeklarasi kamu tidak bisa, segini aja nggak bisa. Dan ini mematikan semangat. ya tentu saya menyesal. Saya sekarang jauh lebih sabar.

    Pernah juga rekan sekerja sedang membuat usaha baru, dan saya mengatakan itu pasti tidak jalan. saya salah, harusnya saya menyemangati. saya sekarang berusaha mendukungnya sebisa saya.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: