Dari Seminar ITB (2)

Apa artinya menjadi pemimpin?  Menjadi Pemimpin bangsa sebesar Indonesia?  Dalam konteks membangun optimisme kebangkitan nasional. Setelah dua detik tarik nafas, akhirnya, isu itu yang saya coba sampaikan begitu saya tiba di mikrofon kemarin di seminar.

Seratus tahun lalu, pendiri Budi Utomo berhasil membangkitkan optimisme bangsa Indonesia. Saya berdiri di depan orang-orang yang mungkin menjadi calon-calon presiden kita di 2009.  Mendengar mereka bicara, saya maish tidak optimis akan kebangkitan kedua bangsa kita.

Optimisme kita bangkit saat kemajemukan Indonesia berhasil dirangkai.  Saat semua menjadi bagian yang terhormat di republik ini, tanpa kecuali.  Saat energi yang muncul pada pergesekan kemajemukan berhasi ditransmutasi menjadi energi membangun karakter kuat bangsa.

Bangsa ini harus menjadi open society.  Bangsa ini harus bertumbuh di atas keragaman.  Bangsa ini harus inklusif, di mana semua orang menjadi bagian dan mengambil bagian dalam republik ini.  Ini menjadi kepentingan nasional kita

Politisi yang bercita-cita memimpin bangsa ini harus mampu membaca kepentingan nasional ini, dan berjuang agar tidak ada satupun yang tertinggal dalam perjalanan bangsa.

Dan ini tidak mudah.  Dari politisi menjadi negarawan itu tidak mudah.

Tahun 1957, Gubernur Arkansas Orval Faubus menolak tuntutan masyarakat kulit hitam untuk bersekolah di Little Rock Central High School.  Faubus bukan anti kulit hitam.  Tapi ia menyerah pada tekanan konstituennya mayoritas kaum kulit putih.  Ia mengerahkan tentara National Guard untuk menghalangi inklusi kulit hitam di sekolah mainsteram itu.

Presiden Eisenhower bertindak cukup tegas.  Ia menasionalisasi National Guard, dan memerintahkan mereka masuk barak.  Ia kemudian mengirim 101st Airborne Division ke Little Rock untuk mengawal keselamatan siswa kulit hitam ini.  Padahal Eisenhower itu kulit putih, tapi ia tidak menyerah pad tekanan konsituennya, ketika ia tahu pentingnya inklusi kulit hitam dalam masa depan Amerika.

Oleh sebab itu Eisenhower dikenal sampai sekarang, Faubus tidak.

Tahun 1962, mahasiswa University Mississipi yang kulit putih memblok James Meridith, seorang kulit hitam, untuk memasuki gerbang universitas. Presiden John F Kennedy mengirim 400 federal marshal dan 3000 tentara nasional untuk melindungi Meridith.  Tahun 1963, Gubernur Alabama Wallace melarang dua mahasiswa kulit hitam masuk ke University of Alabama.  Presiden Kennedy kembali mengintervensi menggunakan kekuatan militer.

Kiprah Eisenhower dan Kennedy belum apa-apa dibanding apa yang dilakukan Presiden Abraham Lincoln seratus tahun sebelumnya.  Saat setengah Amerika masih memperlakukan minoritas kulit hitam sebagai budak taklukan, ia bertindak tegas.  Ia tidak takut bahkan sampai timbul civil war.  Jutaan orang berperang dan ratusan ribu orang tewas, jumlah yang tidak sedikit di masa itu.

Abraham Lincoln bisa cari aman.  Tapi ia memilih menkonfrontasi masalah besar, ada warga bangsa yang tidak mendapat bagian yang sama dalam republik itu.  Dan sebagai pemimpin ia harus berjuang untuk itu, meskipun oerang yang tersisih itu bukan kaumnya, bukan golongannya.  Eisenhower, Kennedy, dan Lincoln yang kulit putih pasang badan untuk minoritas kulit hitam.

Oleh sebab itu, dalam Seminar ITB kemarin, saya ingin menyampaikan pada para pemimpin bangsa, untuk bermanuver agar semua warga menjadi bagian dari masa depan Indonesia.  Tidak menimbulkan sekat-sekat dalam kemajemukan.  Tetapi justru menggapai dan merangkul semua.

Karena saya bermimpi masa depan Indonesia yang indah, cerah, dan terhormat.  Di mana semua orang melihat Indonesia sebagai land of opportunity untuk membangun jati dirinya.  Bebas dari kemiskinan dan ketakutan.  Bebas dari pemilahan dan ketersisihan.  Indonesia adalah tempat bagi semua orang, suku bangsa, etnis, agama, golongan, pemikiran, dan pemahaman. Dimana mozaik perbedaan menjadi keindahan, bagaikan masterpiece lukisan tangan Sang Maestro Tuhan sendiri…




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: