Orang ITB Memang Autistik

Ada yang pernah bilang, orang ITB itu autistik.  Ah masak sih.  Mungkin orang lain, tapi saya tidak.  Tapi tadi malam saya sadar ternyata saya juga.

Malam sebelumnya saya kurang tidur, keasikan main komputer.  Jadi tadi malam saya ngantuk sekali.  Belum jam delapan sudah naik tempat tidur, belum jam sembilan sudah tumbang.

Sebelum tidur, sambil teler, saya masih sempat berbisik nanya Ina pelan-pelan, “Ma, kok belakangan mama makin sabar sih ke papa..?”.

Ina tersenyum, “Iaa, sekarang sudah sangat yakin, papa itu ternyata sayang sekali sama mama..”, sambil bilang dulu dia sempat pikir saya sudah bosan.  Jadi Ina jadi gampang marah.

Haaah??  Tahu dari mana nggak sayang sekali dan bosan?  Sok tahu pisan, pikir saya heran sekali.

“Iaaa, nggak kelihatan,” jelas Ina sambil membelai sayang.  “Baru setelah dipikirin lagi sambil baca blog papa, jadi ngerti.”

Walaah. Kok nggak kelihatan sih?  Aduh ternyata bener nih orang ITB itu autistik.  Saya pikir saya sudah ngerti Ina, padahal belum.  Saya pikir sudah jelas perasaan saya, ternyata belum.  And I keep on doing the same thing everyday.

“Aduuhh, maaf ya, papa nggak sadar selama ini terlihat seperti itu..”, saya berbisik lagi, “Tapi jangan lagi pernah berpikir seperti itu, ya.. ever!”

Wah, saya beneran autistik. Untung ada blog.  Kepala langsung disandarkan ke dadanya, minta dipeluk.  Langsung terlelap dalam damai…


  1. **ih saya sudah membuat comment ternyata tidak ter posted!

    itu autistik istilah resmikah? dikenakan kepada manusia spt apa? krn kalo anak autis, ciri khasnya ga mau natap mata, ga mau dipeluk (apa bapa ga mau natap mata? takut dihipnotis ya 😀 apa bapa ga mau dipeluk? di endingnya tulisan bapa ada adegan peluk tuh :P)

    ini mah masalah man are from mars and woman are form hell eh venus..

  2. Itulah hebatnya blog, bisa memecahkan masalah komunikasi dan pengertian, yang tadinya sepertinya buntu 🙂

  3. Mungkin yg dimaksud Pak Armein, autistik itu dalam konteks cuek, hidup dalam dunianya sendiri, dan atribut2 lain sebangsa itu. Makanya sampai perlu nge-blog segala utk bisa lebih ‘outspoken’ … ha ha ha

  4. mungkin bukan autis kali, pak. Hanya saja kurang assertive (kata orang psikolog, tapi masak sih…), mungkin perlu sering saling curhat aja sama istri, pak (hehehe… sok tau nih, anak bawang)

  5. azrl

    Ia orang ITB itu ternyata punya konsep dunia nya sendiri dan sibuk asyik di dalamnya. Punya asumsi sendiri tentang orang lain yang ternyata tidak pas.

  6. kan menurut ilmu filsafat pendapat pribadi itu sah-sah saja pak armein selama tidak mengganggu kepentingan orang lain….. jadi kalo mau asyik dengan pendapat dan aktifitasnya sendiri, siapa takut….!

  7. at_inky

    jadi inget suami saya yang juga anak itebe (kayak saya bukan aja).
    baru mengerti beliau setelah baca blognya.
    untung beliau rajin menulis.
    setelah dipikir2, sepertinya saya setuju dengan bapak dan kami berdua sama2 autistik.
    hehehehe….
    cape deeeeh!

  8. Henry

    Walah, kayaknya saya juga autistik nih. He3x. Thx ada blognya Pak Armein. Jadi nyadar.

  9. Sampai saat ini saya masih autistik 😦 … perlu belajar banyak dari bapak nih …

  10. heryazwan

    Kira2 para blogger autistik semua nggak ya?
    Apakah ciri2 autistik?
    Saya belum paham benar dengan istilah ini.
    Mohon pencerahan.
    Salam
    Hery Azwan

  11. gatothp2000

    men, menarik juga tulisanmu., memang yg sama amati.. bgt..hal ini karena lingkungan pendidikan kita di kampus yg di tuntut utk jadi autis kali ya…:)…kurang gaul dan kuper..ngurusi buku dan ilmu terus…mungkin sekali2 kuliahnya di unpad…biar terjadi crosscultur…dan ndak autis..:)..usul sama rektor men..kuliah bersama unpad, bahkan itenas…atau unisba..sekalian…utk masa mendatang kan perlu network segala lapisan dan jurusan…he..he..met liburan…
    salam

    gatothp

  12. istilah autistik ini darimana sih? mahasiswa saya juga mengklaim kalo di depan kompie terus, takut jadi autis.
    ke-autis-autisan maksudnya ya.

    ngerti apa yang dimaksud pa armein,
    “punya konsep dunia nya sendiri dan sibuk asyik di dalamnya. Punya asumsi sendiri tentang orang lain yang ternyata tidak pas”

    tapi ga usah orang itb aja atuh pa, semua orang juga (cenderung) gitu kan?

  13. azrl

    @gatotHP: thanks for the visit pak. Senang ketemu jumat kemarin.

    @all: check out wikipedia untuk definisi autis. Dasarnya ada defisiensi kemampuan sosial, seperti yang dibilang mbak Ayi. Have a nice weekend!

  14. arifrahmanlubis

    salam kenal Pak Armien.

    lucu pengalamannya.

    masukan bagus ke saya. blog bisa mempererat hubungan suami istri 🙂

  15. azrl

    @Arif: Salam kenal kembali, terimakasih sudah berkunjung. Salam saya

  16. hah..
    (langsung mengaca diri sendiri)

  17. wah lagi lagi ,, mendapat pencerahan mengapa saya selalu saja dibilang tidak pengertian. padahal aq pikir aq dah ngasih perhatian lebih dari siapapun.. tapi mungkn memang benar kayanya aq punya asumsi sendiri bahwa aq dah pengertian tapi sebenrnya blumm autis juga dunks u_u
    emang bnyak jg si yg bilang kl aq ini kurang peka huhuh..

  18. pak saya gak autis tuh…
    dikit aja kok autisnya :mrgreen:

  19. hmmmmmmmm
    waktu saya pulang kemarin, adik saya tiba-tiba bilang bahwa dia autis yang baru sadarnya setelah berapa tahun.
    Tapi kalau baca tulisan bapak… mustinya saya juga autis ya. Dan mungkin autis yang saya derita parah bener heheheh

  20. Autistik ya? kayae bener juga pak. saya lebih nyaman didepan komputer. kadang enggan pergi. Semua bisa didapat didepan komputer. Sosialisasi kurang. Tapi kalau udah pergi dari laptop kerjaan diluar bisa lama banget. Untung ada organisasi yang menyeimbangkan hidup.

  1. 1 Libur lagi … « Oemar Bakrie

    […] kerja (kecuali yg bisa kerja di rumah atau di mana saja). Atau meminjam istilahnya Pak Armein, orang ITB memang autistik … he he […]

  2. 2 Jatah speedy tinggal 100MB « Ayi Purbasari

    […] gunakan untuk just have fun! beda dengan mas yang demi ilmu yang berguna bagi nusa dan bangsa (ciri autistik? ). mengubek-ngubek Opnet untuk menerapkan VRRP dari view Fault Tolarence System. Ahhhh gue mah […]

  3. 3 Pecinta Dokter « Ayi Purbasari

    […] antar lain: humanis (krn lebih suka ER daripada X-File?). Terus, kalo saya pada kenyataannya lebih suka orang IT(B) yang autistik (kata Pa Armein) daripada nikah sama Dokter, apa doung artinya? Artinya ga ada dokter yang melamar […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: