Pertumbuhan organik

Hari-hari ini semua anak sekolah sibuk dengan ujian kelulusan dan kenaikan kelas.  Orangtua juga disibukkan oleh ujian sekolah anak-anaknya.  Dengan cari ini, anak umur 12 tahun lulus SD, 15 tahun lulus SMP, dan 18 tahun lulus SMA.  Tidak disuruh.  Nyaris otomatis. Ini pertumbuhan berbasis usia.  Ini kita sebut pertumbuhan organik (organic growth).

Kita harus belajar ilmu pertumbuhan organik, agar dengan bertambahnya usia kita bertambah maju.

Ada bermacam-macam cara bertumbuh.  Ada yang model benda mati, dan ada model benda hidup.  Benda mati ditumbuhkan saat di desain.  Kita bisa membuat gedung bertingkat, mobil, sampai bunga plastik misalnya dengan cara membangunnya.

Setiap hari saya lewat kompleks ruko baru depan Borma, Dakota, yang sedang dibangun.  Dengan berjalannya waktu, pertumbuhan bisa dilihat. Hebat, dari tidak ada makin lama makin berbentuk.  Saya rasa beberap bulan lagi kompleks ini akan selesai. Namun begitu pembangunan selesai, maka pertumbuhan berhenti.  Justru saat digunakan, ruko-ruko ini tidak bertumbuh lagi.  Ini non-organic growth.

Berbeda dengan pohon di tempat parkir mobil saya, di depan perpustakaan pusat.  Dulu pohon itu kecil. Tidak bisa melindungi mobil dari panas terik.  Sekarang sudah bisa.  Dan masih terus tumbuh, meskipun sudah bisa digunakan untuk penghijauan dan perteduhan.  Ini organic growth.

Kebanyakan kita mulai dengan organic growth, dari mulai TK sampai lulus universitas.  Berjalannya waktu berarti naiknya kemampuan dan pertumbuhan.  Dalam 15-20 tahun itu, betapa banyak yang kita pelajari.

Tapi kemudian kita stop bertumbuh, dan pindah ke non-organic growth.  Seperti ruko itu.  Pertumbuhan hanya dilakukan sebelum kita bekerja.  Setelah kita mulai memberi manfaat, kita berhenti.  Duapuluh tahun bisa lewat tanpa ada pertumbuhan yang berarti.

Jadi bagaimana dong?  Bagaimana caranya untuk bisa punya pertumbuhan organik?

Saya juga sedang belajar.  Hari ini yang terbaik saya bisa bilang adalah belajar dari pohon.  Pohon mengadopsi daily habits, kebiasaan sehari-hari, untuk mencicil pertumbuhan.  Satu sel demi satu sel.  Satu lapisan demi satu lapisan.  Tidak pernah bertumbuh tergesa-gesa atau rushing.

Memang ada pohon yang tumbuh cepat, seperti pohon jagung.  Cepat sekali tingginya.  Tiga bulan sudah top.  Tapi batangnya lemah, dan umurnya ya tiga bulan itu.

Pohon jati bisa tumbuh puluhan tahun.  Oleh sebab itu dia bisa kuat sekali.  Kalau ditabrak bus ngebut, yang hancur busnya.  Pohonnya tenag-tenang saja.

Menurut saya, organic growth perlu menjadi paradigma pertumbuhan pribadi maupun organisasi kita.


  1. Perumpamaan yang bagus Pak!
    Thx

  2. erwin

    Ada satu hal yang kadang tidak kita perhatikan dari sebuah pohon. Sesuatu yang tidak terlihat, tapi itu bagian yang paling penting. Akar nya….. Akar yang kuat yang mengumpulkan hampir semua unsur unsur yang diperlukan untuk dia bertumbuh. So pastikan kita mengambil hal hal yang positif, yang memungkinkan kita untuk bertumbuh. Sama juga dengan sebuah gedung pencakar langit yang harus punya pondasi yang sangat kuat dan dalam, untuk bisa punya kekuatan menahan beban gedung itu…

  3. kesimpulan: mau jadi pohon jati? 😉
    ga beringin aja?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: