Archive for May 3rd, 2008

Saya dulu senang mengkritik.  I even enjoyed it. Saya senang karena dua hal.  Pertama ini memberikan perasaan serba tahu, menemukan apa yang orang lain tidak tahu.  Kedua, saya merasa superior, berbeda dari mereka yang saya kritik itu.  Dan yang paling menyenangkan, status serba tahu dan superioritas ini saya peroleh dengan cara yang mudah: tinggal buka mulut.

I don’t enjoy it anymore.  Masih suka terjadi, tapi saya sudah tidak menikmatinya lagi…

Continue Reading »

Seorang muda menempuh perjalanan jauh menemui seorang bijak. Ia ingin belajar padanya. “Berapa lama waktu yang diperlukan untuk saya bisa sebijak Bapak?”

“Lima tahun…”, estimasi orang bijak.

Continue Reading »

Mimpi seorang eksekutif muda membuatnya gelisah.  Ada pintu yang melambangkan masa depannya.  Dan ia berusaha keras mendorongnya untuk membukanya, tapi tidak bisa.

Continue Reading »