Village of Eden

Legenda mengatakan di masa lalu Taman Eden (Garden of Eden) adalah taman yang indah.  Taman di mana Adam dan Hawa hidup.  Tidak menaman tanpa berkekurangan.  Telanjang tapi tidak malu.  Sendiri tapi tidak kesepian. Dan… sering mendapat kunjungan Tuhan untuk bercakap-cakap.

Taman itu konon sudah hilang.  Kita harus berjerih payah untuk makan.  Harga diri kita ada pada pakaian yang dikenakan.  Begitu banyak manusia tapi begitu sepi.  Dan… manusia seakan kehilangan Tuhannya.

Apakah kita harus kembali ke Taman Eden?  Ke masa lalu?

Saya pikir, yang harus kita bangun adalah masa depan, The City of Eden.  Bukan taman fisik, tapi taman pikiran, taman hati, Garden of Mind.  Dan bila pikiran kita seindah Taman Eden itu, maka kebahagiaan yang sama bisa kita rasakan.

Dan taman ini ada di setiap orang dengan pikiran seindah taman eden, yang saling terhubung dan saling berkomunikasi.  Membentuk City of Eden, penuh kreativitas dan kehidupan.

Kota Bandung sekarang menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia.  Tapi ratusan tahun lalu, ini cuma perkebunan dan kampung kecil.

The City of Eden ini pun tumbuh bertahap.  Mulai dengan kampung kecil dulu.

Oleh sebab itu nama Beranda ini kita ubah ya, menjadi the Village of Eden…




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: