Lyx, Pengganti Word

Sudah enam bulan ini saya menggunakan software Lyx untuk keperluan pemrosesan dokumen. Orang yang senang menggunakan Internet browser akan betah menggunakan Lyx.

Software ini adalah front end dari Latex. Latex adalah pemroses dokumen yang sangat powerful. Namun learning curve Latex cukup tinggi. Saat saya kuliah dulu, saya berhasil membuat makalah utuh dengan Latex. Tapi setelah itu saya nyerah, dan menggunakan MS Word.

Sejak Openoffice 2.0 dirilis, saya meninggalkan MS Word dan pindah sepenuhnya ke openoffice, baik untuk wordpocessing, spreadsheet, maupun presentasi. Meskipun openoffice masih aktif, Lyx sudah mulai menggantikannya, khususnya untuk word processing.

Kelebihan Lyx ada pada kemampuannya untuk menyembunyikan format akhir. Saya tidak peduli bentuk akhir, saya cukup berkonsentrasi pada isi teksnya. Sama dengan menulis source code. Nanti compiler Lyx akan mengubahnya ke dalam PDF.

Libur lebaran tahun lalu saya isi dengan menulis buku. Setelah tiga-empat hari menulis, jadilah sebuah buku yang sudah diterbitkan secara pilot oleh PPTIK, lengkap dengan ISBN nya.  Padahal sudah berbulan-bulan saya coba dengan Office, tidak pernah tuntas.

Lyx adalah cara mudah untuk membuat paper, laporan, buku, tesis, dan dokumen standar lainnya. Kalau anda mahasiswa, ini barang bagus untuk digunakan. Jalan di Windows, Linux, dan Mac OSX.

Silahkan dicoba!


  1. adhy

    waktu ngerjain TA, saya pernah cobain pake Lyx tp kurang puas. mgkn karena gak familiar. tp setelah saya cobain Texmaker(desktop saya Ubuntu), ternyata lebih “sreg”. Eh ketika draft diserahin ke TU, saya suruh mbenerin format TA saya. Duh ! Klo dari pembimbing saya sih gak masalah, malah beliau menganjurkan pake Latex.

    Barangkali format Latex perlu lebih disosialisasikan dalam pengerjaan TA mhs S1 pak ?

    just my 2 bits.

  2. azrl

    Betul, perlu di sosialisasi terus. Sebenarnya software WYSIWYG seperti word itu kurang memanfaatkan power dari komputer. Jadi kalau kita tidak pintar mengatur format, hasil akhirnya tidak memuaskan.

    Kelebihan Tex Lyx dan yang sejenis itu ada pada kemampuan komputer untuk memformat output. Sama dengan wordpress ini, ya. Kita ngetik teksnya, dan wordpress memformatnya untuk kita.

  3. dikshie

    usul saya gimana kalau PPTIK ITB membuat proyek kecil yaitu
    “pembuatan document class LaTeX untuk thesis S2 dan disertasi S3 ITB”
    kalau untuk skripsi S1 mungkin agak sulit karena format antar fakultas berbeda, bahkan katanya sesama prodi saja bisa berbeda 🙂

  4. dokument class apa yang digunakan untuk membuat dokumen kantor, perjanjian atau proposal?

    lagi bingung gimana agar bisa membuat hasil lyx menjadi menarik

  5. Benar Pak, lebih enak pakai Latex. Saya pakai TexShop di Mac. Sayangnya, template penulisan tesis dan disertasi dari SPS – ITB masih dalam format DOC, bukan TEX 😦

  6. Sepertinya perlu ada compiler
    tex2doc
    tex2ppt
    tex2odt
    tex2opt
    tex2flash

    Jadinya apapun outputnya, inputnya tetap latex

  7. gabung ya 🙂
    iya bagi yang sudah paham latex, jauuh lebih nyaman menggunakan latex daripada lyx, latex jauuuh lebih flexible.

    saya membuat template TA S1 (Lyx) untuk Univ saya, awalnya saya berpikiran sama lebih enak lyx daripada latex (distribusi saya miktex, text editornya TeXmaker, windows 7 32 bit), tapi ketika sudah mengenal latex, saya lebih memilih menggunakan latex

  8. Sudah ada belum pak template Latex/Lyx untuk laporan skripsi & KP di ITB?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: