Pintu masuk

Seorang alumni ITB bingung dan resah. Tergoda dorongan dosennya, ia tidak melamar kerja tapi menjadi entepreneur. Tepatnya ia berjualan di sebuah ruko, di sebuah kompleks kecil.

Keresahaannya berawal dari ruko di sebelah kiri. Saingannya ini memasang spandukg iklan besar dan menyolok: “Barang berkualitas terbaik di kompleks ini…”. Wah gawat nih.

Keresahannya bertambah parah ketika besoknya saingannya di sebelah kanan tidak mau kalah, memasang iklan sama menyoloknya: “Barang termurah di kompkes ini…”

Apes deh, gua…! Karena menurut teori dari SBM, itu sekolah bisnisnya ITB, cuma ada dua strategi untuk menang persaingan, entah kualitas tertinggi atau harga termurah. Dan dua-duanya sudah diambil orang. Gimana nih strategi saya?

Semalaman dia putar otak. Kemudian dia tersenyum, dapat ide. Besoknya dia pasang spanduk besar di rukonya, dengan panah besar menunjuk ke bawah:

“Pintu Masuk…”


  1. hahaha,… ide yang sangat brilian 😀

  2. kalo yang ini.. saya lembon.. *ngacung*




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: