The art of falling in love (6)

Ketika kita jatuh cinta, dunia terasa indah dan exciting. Masihkah akan begitu dengan berjalannya waktu? Sering orang merasa kejenuhan dan kebosanan sebagai tanda lunturnya sebuah cinta. Sebenarnya tidak. Saat cinta bertumbuh kuat, akan tiba waktunya kita tergetar mendengar lagu dari Peter Gabriel: “The book of love is long and boring,.. but I love it when you read to me..”

Lagu berjudul Book of Love itu begitu mengesankan. Berhasil mengangkat cinta yang sebenarnya. Cinta yang diulang-ulang. Rutin. Kadang-kadang “dumb..” kata lirik lagu ini. Tapi dibalik kata-kata yang datar dan melodi yang datar orang terhenyak mendengar kekuatan cinta. Cinta yang mensyukuri kebosanan itu. Cinta yang mengagungkan rutinitas.

Cinta setingkat cinta Ilahi, saat Ia rutin menerbitkan mentari di ufuk timur setiap hari bagi ciptaanNya yang dicintaiNya. Terbitnya mentari begitu rutin dan membosankan bagi banyak orang, tapi cintaNya tidak terpengaruh, tetap menyapa manusia setiap pagi…

Suara cinta yang begitu indah terdengar di waktu pagi. Saat masih gelap Ina ribut di dapur dengan bunyi piring berdentang dan wajan gorengan berdesis. Itu sarapan kami. Saat tergesa-gesa Ina berseru mebangunkan Gladys, Kezia, Andria, dan Marco. Dan kembali berteriak saat kehangatan selimut masih belum mengjinkan mereka gugah.

Ucapan cinta terindah saat mereka berteriak berebut roti, atau kamar mandi. kemudian tertawa kalau menang, dan menangis kalau kalah. Saat Ina menggerutu kalau sarapan tidak dimakan. Tertawa saat anak-anak minta tambah.

Cinta terindah saat saya memakan roti bekal sarapan di mobil atau di kantor. Sendiriran. Menikmati cinta dari tangan yang menyiapkannya.

The book of love is long and boring, .. some of it just really dumb…. but I love it when you sing to me…


  1. Dan cinta itu pula yang membuat sepasang manusia (azrl dan ina), mau untuk bertumbuh bersama dan menghadapi kehidupan ini bersama sampai hari tua mereka.. 🙂

  2. Mursito

    Dah masuk masa puber kedua ya Pak ?

    ini pernyataan atau pertanyaan? 😉 Mungkin bergantung yang lihat. Di mata Pak Mursito mungkin yang kedua, di mata Ina yang hidup tiap hari mungkin lain lagi… buat saya yang tahu dan kenal saya sendiri, yah masih sama.. cuma terus bertumbuh dan berubah gitu lho hehehe

  3. Rutinitas kadang membosankan Pak.
    Baru sadar, kalau ternyata dibalik rutinitas itu, ada cinta yang seharusnya disyukuri.
    Terima kasih untuk mengingatkannya.

  4. tita

    Halo Pak Armein..
    Tulisan2 bapak membuat saya berkaca-kaca ketika jauh dari keluarga.
    Saya tau site Bapak ini dari CB….
    Makasih ya Pak.. untuk tulisan2nya yang indah
    O ya.. ijin untuk menautkan site bapak ke wordpress saya..
    Boleh kah..?
    Supaya energi kasih dari tulisan bapak dapat semakin beresonansi 🙂

    groetjes…

  5. azrl

    @Tita, silahkan, dengan senang hati. Salam kami




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: