Fly.. my eagle, fly…

Seekor induk ayam heran menemukan sebutir telur. Agak berbeda dengan telur-telur yang yang sedang dieraminya. Tetapi dengan kasih sayang, dipungutlah telur ini dan dieraminya juga dalam kehangatan bunda. Sampai waktunya, telur-telur ini menetas menjadi anak-anak kesayangan sang Induk.

Tetapi sang Induk agak heran melihat anak yang dipungutnya itu. Bentuknya agak lain. Bulunya hitam. Kadang menjadi tertawaan ayam lain. Tapi sang Induk menyayanginya sepenuh hati.

Kadang anak hitam ini menangis. Saat anak-anak ayam belajar berkokok, si hitam ikut juga. Dan suara nya jeleeek sekali. Semua tertawa mendengarnya, sampai harus dihardik induk mereka.

Demikianlah anak hitam ini tumbuh merasa kurang. Ia berbeda dengan ayam-ayam yang lain. Ia tidak sebaik mereka.

Suatu hari induk ayam menjerit-jerit. Semua anak dipanggil dengan ketakutan. Segera semua anak lari berlindung dalam dekapan sang Induk. “Ada apa..?”. Degup jantung yang keras sang Induk menandakan bahaya. “Diam semua!…Ada elang…!”, bisik sang induk gemetar.

Si hitam mengeluarkan kepalanya dari selipan sayap sang Induk dan memandang ke atas. Nun jauh di atas terbang serombongan elang hitam. Begitu gagah. Berputar-putar mencari mangsa. Kemudian pergi menjauh.

Hari itu si hitam belajar tentang elang. Burung besar, raja angkasa… Ditakuti semua. Dikagumi akan kegagahannya.

Si Hitam jadi sering bermain sendiri.  Sampai suatu hari bertemulah si Hitam dengan seekor burung hantu, burung bijak.

“Hei anak muda,” seru nya setelah mengamati si Hitam dengan saksama, “sesungguhnya engkau bukan anak ayam. Engkau anak elang…”

Si hitam tercengang. Ia lari pada induknya, bingung dan mengadu. Sang Induk kaget dan mengerti. Ooh, rupanya telur yang dipungutnya adalah telur elang. “Nak, pergilah pada burung bijak itu. Minta ia mengajarimu menjadi elang…”

Mulailah si hitam menjadi murid burung bijak. Setelah belajar jiwa dan hidup elang, tibalah waktu belajar terbang. Si hitam gemetar ketakutan. Dari atas pohon ia memandang ngeri ke bawah. Belum pernah ada seekor ayam memanjat setinggi ini.

“Engkau seekor elang…” bisik burung bijak. “Terbanglah …”

Dengan menarik nafas panjang meloncatlah si hitam. Desir angin saat tubuhnya jatuh begitu menakutkannya. Tapi burung bijak berbisik di sampingnya, “Bentangkan sayapmu, bentangkan…”. Dan.. flap! Jatuhnya mendjadi tertahan.. dan ia melayang…!

“Gerakan sayapmu…”, seru burung bijak dengan gembira…

Si hitam mulai terbang… dan terbang … matanya nyaris tidak percaya melihat perlahan pohon pohon mengecil di bawahnya. Ia menukik, membelok, kemudian menanjak lagi…

Ia menjerit kegirangan… dadanya menghangat, dan perlahan tapi pasti langit biru menjadi kebebasannya..

Ia sekarang terbang melintas lembah-lembah… berputar ke gunung gunung… melintasi sungai-sungai Terpukau oleh keindahan dan luasnya dunia. Betapa banyak yang ia belum tahu, betapa banyak yang belum ia jelajahi…

Airmatanya menetes…”Aku benar anak elang…..”

Terbanglah ia kepada Induknya, dengan nafas memburu menceritakan semua apa yang dilihatnya di dunia lain. Ahh, induk nya tahu sekarang waktunya. Ini saat terakhir ia akan melihat anaknya ini.  Dengan doa dan kebahagiaan dilepasnya si hitam terbang, menemui jati dirinya, menjangkau impiannya.

Dengan rasa haru dan bahagia ia memandang sangat bangga pada anaknya. Anaknya terbang berputar-putar dengan gagah, meyakinkan ibunya bahwa ia sudah siap melindungi dirinya sendiri.

Kemudian mendadak alam menjadi hening, elang muda ini melayang begitu pelan dalam keagungan.  Ia melakukan penerbangan kehormatan dengan sangat anggun, penuh penghormatan pada ibunya. Ia melayang berputar pelan dalam keheningan seakan mengucapkan sejuta terimakasih. Lalu melesatlah elang muda terbang ke angkasa biru, diiringi doa ibunya, “Terbanglah elangku .. terbanglah…”

Mungkin anda sering merasa berbeda dengan yang lain. Mungkin anda sering dianggap aneh. Pandangan dan ucapan anda berbeda dengan orang kebanyakan.

Ijinkan saya membisikkan, “Go! fly..! Because you are an eagle…”


  1. chikaradirghsa

    kata BR, p armein ini sudah banyak menghasilkan eagle-eagle! hebat!

  2. Iya. Betul!
    Pak Armein ini cukup produktif dalam menghasilkan eagles.

  3. azrl

    @ CK & BR, actually it is my honor to be surrounded and visited by so many high flying eagles… Thanks for flying here… 🙂

  4. pantas saja, pak armein senang sama lagu-lagunya eagles 🙂

  5. …… *tak sanggup berkomentar*

  6. EDY

    makasih pak nasehatnya

  7. EDY

    makasih pak nasehatnya, Izin copy paste boleh ga pak

  8. azrl

    @ roisz, hehehe ia, saya itu senang eagles sejak kuliah dulu. Ina juga fans berat dengan lagu-lagu eagles. Padahal mereka sekarang sudah kakek-kakek :-). Di Bandos cuma saya dan Budi yang suka, tapinya

    @Edy, silahkan dengan senang hati

  9. mo_cab™

    Situasi lingkungan seperti itulah yang kadang membuat manusia tidak mampu berkembang. Dia tidak tahu potensi dirinya sebenarnya hanya karena dia terkotakan di lingkungan, pergaulan dan informasi yang sempit. ORang sukses kebanyakan orang yang berhasil keluar dari kehidupannya yang sempit (jika dia menyadarinya).

  10. Salam hormat, Pak Armein,
    saya salah satu mahasiswa Bapak angkatan 2001. Saya betul-betul tersentuh dan tersemangati membaca posting Bapak. Terimakasih atas nasihatnya, Pak.

  11. mastion

    Salam hormat, Pak Armein.
    saya mahasiswa PL 05, lumayan sering baca blog bapak. terima kasih Pak, ceritanya begitu menginspirasi…
    (yg sedang bimbang dgn jur Planologi :p)

  12. azrl

    @Mastion and Desiree: Salam kembali, terimakasih sudah berkunjung.

  13. saya luput membaca dan mengomentari tulisan ini. barangkali waktu itu saya belum menetapkan diri sebagai komentator blog bapa..

    tulisan bagus, benar-benar pendidik; tidak sekedar pengajar. semoga, sentuhan seperti ini bisa menularkan ke semua orang, baik kalangan pendidik maupun siapa saja.

    really nice to know you, mr azrl..

  14. azrl

    @ayi: saya yakin semua pengunjung village ini setuju, selalu menyenangkan membaca komentar Mbak Ayi. Thanks for being in the village everyday.

  15. Anggie Mengko

    Om, Anggie nih…
    Anggie suka banget tulisan yang ini… sangat menyentuh…

    Thanks banget ya Om, udah kasih inspirasi yang begitu berarti….:)




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: