The bucks stop with me

Presiden Harry Truman mempopulerkan istilah “the buck stops here”. Saya membayangkan buck itu semacam ember berisi air yang di antar dari satu orang ke orang yang lain, misalnya saat sekelompok orang memadamkan kebakaran atau mengisi bak air. Harry Truman melihat orang sering melempar tanggung jawab ke orang lain, seperti passing the bucks. Maka sebagai Presiden, dia mengambil tanggungjawab penuh dan tidak melempar ke orang lain. The bucks stop with me

Penting nya stopping the bucks terjadi dalam konteks lain. Dalam kesempatan yang sangat langka Prof Kinsner, promotor saya di Kanada, duduk bersama saya di cafe sebuah hotel di Halifax, Nova Scotia, Timur Kanada. Rupanya karena kebanyakan kopi, beliau mulai bercerita sekilas masa lalunya di Polandia yang sangat personal. Ayahnya mengalami kekejaman tentara pendudukan Jerman, sehingga Prof merasakan kemarahan dan kebencian pada penakluk dari Jerman ini. Tapi dia memutuskan untuk tidak menceritakan kekejaman dan peristiwa ini pada anak-anaknya. The bucks stop with me

Hal ini mengingatkan pada ayah saya juga. Ayah saya tidak pernah cerita dulu di tahun 1940an dia dipaksa tentara Jepang untuk bekerja kasar, semacam romusha, di Minahasa untuk membangun lapangan terbang Kawiley. Saya baru tahu cerita ini dari almarhum paman saya. The bucks stop with me

Tadi saya bercakap-cakap dengan sahabat saya Dr Mervin. Setelah diskusi sebentar tentang program PPTIK, beliau share kegembiraan nya mendengar pandangan adik dan kolega kami yang sekarang menjadi salah satu ketua Kelompok Keilmuan di fakultas kami. Dosen muda itu berkata bahwa tugas dia adalah menjaga adik-adiknya agar dihargai, diperlakukan dengan baik dan dikawal kemajuannya. Ini dosen muda bisa berbicara seperti ini. Padahal kami tahu beliau ini, dan dosen muda lainnya, sering tidak dihargai oleh kakak-kakaknya. The buck stops with me

Jadi, bila kita dikecewakan atau mengalami kepahitan, mari kita belajar mengampuni dan memaafkan. Kita tidak balas kepada generasi berikutnya. The buck stops with me.


  1. bagus pa. saya suka itu. the buck stops with me.
    saya memang usahakan selalu begitu, tapi baru kali ini saya temukan istilahnya. the buck stops with me. saya suka sekali. terima kasih.

  2. Leo

    Halo Pak Armein,

    menurut saya ini salah satu posting Bapak yang paling bagus.

    Saya hari ini baru saja dari gereja di Jerman sini, di mana seorang pendeta perempuan dari Israel berbicara di depan orang2 Jerman sendiri, bagaimana dia tumbuh dengan kebencian terhadap bangsa Jerman hingga akhirnya dia tiba di sini untuk memberikan berceramah.

    malahan dia juga sempat meminta maaf kepada orang2 Jerman yang tadi hadir karena dia telah mengutuki bangsa Jerman ketika dia masih diliputi rasa benci tersebut.

    but i think now the buck stops with her…

    terlalu sering dalam sejarah dunia orang terjerumus dalam hal2 yang negatif seperti konflik, peperangan, dan berbagai macam kekisruhan, hanya karena orang2 mendapat jatah giliran ember kebencian tersebut.

    Saya jadi ingat kutipan dari film Kingdom Of Heaven sebagai berikut:

    Balian of Ibelin: [to the people of Jerusalem] It has fallen to us, to defend Jerusalem, and we have made our preparations as well as they can be made. None of us took this city from Muslims. No Muslim of the great army now coming against us was born when this city was lost. We fight over an offence we did not give, against those who were not alive to be offended. What is Jerusalem? Your holy places lie over the Jewish temple that the Romans pulled down. The Muslim places of worship lie over yours. Which is more holy?
    [pause]
    Balian of Ibelin: The wall? The Mosque? The Sepulchre? Who has claim? No one has claim.
    [raises his voice]
    Balian of Ibelin: All have claim!

    bukan hal yang mudah untuk dilakukan, bahkan cenderung sangat sulit… but for the good of our future and the next generation, certain bucks _have_ to stop with us…

  3. byakugie

    terima kasih atas sharingnya,
    bapak telah membantu saya meringankan penderitaan dari mengingat pengalaman pahit yang saya alami…

    yapz.. sesuatu selalu ada manfaatnya…

    nice article…
    btw : salam kenal !!

  1. 1 Terus.. terus… (2) « Armein Z. R. Langi di Beranda Asik

    […] on The art of falling in love…Wahyu on Kalau satu tulang rusuk..…Leo on The bucks stop with meLeo on The art of falling in love…tita on The art of falling in love…indri on My 100 […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: