Kezia, Miss Canada…

Gesit, berani, mandiri…. dan cantik! Kezia (16) puteri kami yang kedua memang anak yang sangat special. Sejak kecil, Kezia sering membuat kami terkesan.

Saya sedang berjuang menyelesaikan studi S2 saya di Kanada ketika Kezia lahir. Jam 6 pagi, saya dibangunkan Ina, karena gejala-gejala melahirkan sudah muncul. Saya telepon taksi, dan Ina langsung masuk RS Victoria, Winnipeg. Saya kembali lagi untuk mengurus Gladys yang saat itu baru berusia 2 tahun. Dulu Gladys butuh 8 jam untuk lahir. Jadi saya pikir, paling-paling sore nih lahirnya. Jadinya saya dan Gladys ketiduran, dan dibangunkan jam 10 pagi oleh deringan telepon. Dari Ina! Lho kok? Sudah lahir, sejam lalu! Lancar sekali, dan tidak menyusahkan. Wahhhh… anak ini gesit sekali, pengen cepat-cepat lihat dunia..!

Gesit sekali. Tidak mau menyusahkan orang lain. Sampai sekarang…

Wajahnya kemerahan saat lahir. Matanya sipit. Dagunya lancip. Langsung saya tahu, anak ini akan sangat cantik. Setiap saya gendong, saya angkat tinggi-tinggi, dan memperkenalkan.. “Introduciiing…. Misss Canadaaa…”. Menurut Kitab Suci, Nabi Ayub memiliki tiga puteri tercantik di seluruh negeri, dan putri ke dua bernama Kezia. Jadi nama puteri kami inipun harus Kezia! That is it. Kezia!

Kezia punya hati yang sensitif. Ia sanggup berempati dengan orang lain. Ia sanggup merasakan perasaan orang lain. Ketika almarhum nenek kami bingung mau duduk di mana di ruang TV, turunlah Kezia mungil berusia 1 tahunan dari sofa dan menuntun nenek buyutnya ke sofa, dan disuruh duduk di tempatnya. Wah!

Kezia banyak akal. Trampil. Sering saya bingung. Ini Miss Canada atau McGyver? Alat rusak bisa dia betulkan. Dari jam tangan, pintu, sampai remote control. Kalau mama nya bingung, tinggal panggil Kezia, beres.

Tapi kepolosannya juga sering membuat kami terbahak. Pulang dari Kanada dia hanya bisa berbahasa Inggris. Jadi di TK dan SD dia banyak diam. Kami sedang berkerumun di depan TV melihat Presiden Suharto pidato Mei 1998, berhenti jadi presiden. Tiba-tiba Kezia nyeletuk sok kenal: “Eh, di kelas Kezia ada lho foto si bapak ini…” Hahaha rupanya dia pikir foto Suharto di kelas dia itu seperti foto keluarga di rumah.

Begitu juga ketika kami turun dari mobil di Restoran Sindang Reret, Lembang. Ada patung wayang Cepot dan Bagong di pintu masuk. Langsung Kezia nanyi, “Eh ada Asep show..di TPI…”

Ketika lewat perkebunan teh, kami bilang itu tanaman teh. Kezia dan adiknya bingung, kemudian nanya dengan polos, “Mana sachet nya …?” Mereka pikir pohon ini langsung menghasilkan teh celup .. hahaha

Kezia itu musisi di rumah kami. Anak band. Pemain gitar. Saya tidak kenal group band jaman sekarang. Tapi gampang tinggal nanya Kezia. Dari komputernya bertalu-talu keluar segala macam musik. Bringing joy and life at home. Makanya kami belikan dia speaker yang paling sip. Ketika Bandos minta saya cari lagu untuk nyanyi, langsung tanya Kezia. “Ini pa, yang keren…”. Langsung saya latihan, sambil nggak kenal ini group aslinya kayak apa. Hehehe.

Kezia mengerti anak kami banyak. Perhatian terbagi-bagi. Jadi dia paling nggak mau nyusahin. saudaranya kadang nuntut di anter, dia nggak. Naik delman dan angkot. Dia sengaja masuk SMA dengan SPP yang teringan. Uang angkot yang paling sedikit, karena dia jalan kaki dulu.

Ahh, Kezia, kalau cuma uang angkot papa bisa bayar keliling Bandung. Jangan selalu ingin nggak nyusahin. Nanti kami semua pikir everything is OK, tapi sebenarnya Kezia is struggling.

Tidak mudah menjadi anak kedua. Punya kakak yang bintang di sekolah, warrior princess, sampai dikirim ke Jepang segala, sarat pujian. Punya adik yang tidak kalah gigih dan populer, dan selalu dapat perhatian orang. Tidak mudah. Sampai-sampai ketika Kezia di SMP, semua kegiatan Kezia mau ikut. Supaya bisa dapat piala dan piagam, dan akhirnya ada yang mau muji. Duhh, you don’t have to. Karena Kezia itu bintang di hati kami, berlian… Among the best things that have ever happened to us.

Kita diijinkan merasakan kesendirian ini supaya kita tahu. Supaya kita mengerti, bahwa begitu banyak orang di dunia ini yang merasa tersisih. Merasa tenggelam dalam kepopuleran orang lain. Dan Kezia bisa mengerti dan sensitif terhadap penderitaan orang. Ini yang membuat Kezia mendapat kecantikan hati.  Mendapat motivasi untuk menghibur dan mendorong orang lain.  Dan disukai begitu banyak teman.

Berlian.. semua yang melihat Kezia akan tersentak oleh kecantikannya. Hehehe, bahkan ayahnya pun yang sudah meramalkan ini sejak hari dia lahir masih sering tersentak. Kecantikan Miss Canada ini memang stunning… Tapi kecantikan hatinya yang membuat Ina dan saya bertekuk lutut, betelut syukur di hadapan Tuhan.


  1. katanya sih… hoax klo ga ada pic 😀

  2. wah, Pak Armein anak2-nya hebat2 🙂

  3. hahah.. brarti.. anak yg keberapa nih pak yg blm dapet giliran dicritain? wakakk..

    kayaknya bapak sayang bgt ya sama anak2nya.. heheh.. =D

  4. wah, pak…
    putrinya kayaknya hebat-hebat yah, pak
    AyAm jadi salut
    semoga suatu saat bisa ketemu anak bapak
    seumuran soalnya
    hehehe68x 😀

  5. namaqu juga kezia ,
    wahhh .
    lucu banget keziia yg di cerita ini .
    gag beda jauhlah ma aku .
    hahahaa .
    biasa yang namanya kezia selalu cantiik .
    XD

  6. uda cantik hebat lagi , idaman, hahaha

  1. 1 Sweet Seventeen Kezia « Armein Z. R. Langi di Village of Eden

    […] Dari bayi yang lucu, sekarang menginjak usia 17 tahun.  Begitu banyak kebahagiaan yang sudah Kezia berikan pada kami semua. Kami berdoa untuk kebahagiaan Kezia di hari-hari […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: