Samudera kehidupan, can you survive?

Sudah lama saya perhatikan, manusia Indonesia banyak leading unhappy life. Bahkan tidak jarang ada mahasiswa yang datang pada saya, menyampaikan kagalauan hatinya akan masa depannya. Padahal ini mahasiswa ITB..! Pemilik masa depan tercerah di republik ini. Let me repeat what I think about this.

Bayangkan tragisnya hidup anak Indonesia. Waktu lahir saja, kita sudah harus bayar dokter jutaan. Kemudian susu mahal, dan konon mengandung bakteri. Setelah menikmati kegembiraan sebentar, ia masuk TK. Nah mulai mengalami Guru membanding-bandingkan nya dengan anak lain. Anak yang menonjol mendapat piala, pujian dan perhatian, dia tidak. Anak lain diantar jemput dengan sedan, dia naik angkot. Hmm kegembiraan mulai ternoda.

Masuk SD, penderitaan hidup benar-benar dimulai. Guru tidak mengajar dengan baik, tapi beri tugas seabreg-abreg. Begitu nilai anjlog, langsung divonis bodoh. Orang tua mulai tidak sabar dan marah-marah. Wah ternyata kegagalan menjawab dengan tepat di kertas ujian (yang padahal nggak diajarin guru dengan benar) bisa menghilangkan nilai dan harga saya di mata semua orang, termasuk ayah ibu. Mulai anak ketakutan tidak naik kelas.

Masuk SMP dan SMA, penderitan makin besar. Seakan-akan dunia mengkonfirmasi kekurangan kita. Ujian adalah konfirmasi kebodohan kita. Teman-teman berlomba beli HP yang baru, saya tidak bisa. HP butut saya sumput-sumputin. Eh ada teman sudah dibelikan Honda City lho. Saya sih naik Honda ….Supra, itupun bayar lima ribu (ojek soalnya). Saya menjadi sadar, betapa berharganya UANG, dan keluarga saya kok kekurangan benda itu. Ooh rupanya manusia itu ada kelas-kelasnya, bergantung benda itu. Dan celaka, lawan jenis kok meliriknya ke orang-orang yang banyak benda itu ya? duhhh, tabah ya tabah…

Mau lulus SMA, panik harus ikut bimbel. Saingan ke universitas waduh minta ampun, berdarah-darah. Anak remaja sudah harus berjuang seperti gladiator. Eh ada jalur khusus katanya, waduh bayar Rp 45 juta! Duit dari manaa..! Akhirnya, entah bagaimana, masuk juga. Ehh rupanya penderitaan berlanjut. Kuliah sama susahnya. Dosen pun tidak semua ramah. Masalah kecil bisa jadi besar, jadi tegang. Nilai ini nggak keluar, nilai KP dibilang nggak ngumpulin lah… Sudah mahal, peralatan kurang memadai. Yang diajarkan tidak seusai kebutuhan kerja. Belum harus beli peralatan, butuh notebook nih, seperti punya teman. (Dan HP butut mutlak harus gantii nih, kok mama masih nggak ngerti sih.., kirim uang lagi dong).

Ahhh, belum tahu dia, begitu lulus pun, masalah tambah berat. Harus cari kerja. Sudah kerja, takut PHK. Tidak PHK, kok gaji kurang. Minyak naik, beras mahal. Gaji cukup, kok teman seangkatan sudah direktur, saya belum. Sudah direktur, mulai berurusan KPK….. lolos semua akhirnya pensiun, horeee penderitaan berakhir

really?

Dan ini yang paling tragis. Saat pensiun kita menyadari what have I done? What kind of life is this? What have I given to this world? What have I done with these damn good talents and IQ?

Saya melihat hidup ini seperti lautan samudera. Begitu banyak anak Indonesia dilempar ke laut. Semua menjerit-jerit dan berjuang untuk tidak tenggelam. Dan kisah hidup manusia Indonesia saat ini adalah kisah orang yang berjuang TIAP HARI untuk tidak tenggelam!

Akhirnya ada yang terhempas ke dasar laut. Ya ia mampu mengembangkan paru-paru air, dan insang. Dia hidup tapi diam di dasar laut. Seperti ikan purba atau bintang laut. Tahu nggak betapa besar beban tekanan air di dasar samudera? Sangat berat. So hard to move. Dan, it is sooo dark down there. … Soo dark! Tragis!

So this is what I really really want to tell my dear students: GO and learn how to SWIM! Learn how to swim!

Embrace the ocean of life with excitement! Kalau ketelan airnya, batukin sambil tertawa. Flash the water to your friends. Jangan meronta-ronta. Terjun ke samudera with style, dengan loncat indah. Salto dua putaran, dan masuk ke laut dengan cantik!

Belajar jadi lumba-lumba yang menari-nari di laut biru. Paus yang senang membanting badan ke laut just for the biggest splash. Dan kalau keselek, air masuh paru-paru, semprotkan ke atas menjadi water fountain yang indah. Dengar kicauan burung camar. Lihat perahu berlayar. Songsong matahari terbit di laut timur. Terpesonalah dengan kemerahan sunset di laut barat!

The ocean is your friend, is your home. It is your source of excitement. Itu tempat mencurahkan your talents. Go swim to every corner of it, explore it with curiosity…. And, may your find your happiness, your friends, your true love… and very important: your true self… in the ocean of life.

Go, learn to swim,… swim, swim with style…!


  1. Thanks for semangatnya…. jadi tambah semangat pagi2…have a good day Pak…

  2. coxon3011

    Whi… Kayak disetrum pagi-pagi…
    Kemarin saya sudah bolos satu mata kuliah karena merasa capek n menderita dengan praktikum dan tugas…Tapi setelah merenungi tulisan di atas…Bukan itu ternyata masalahnya…
    Let’s fight!
    thx pak!

  3. Wah … saya sedang belajar berenang nih Pak! Kadang terbawa arus, sekali-sekali istirahat dulu ke pinggir, ada juga yg tiba-tiba ‘njlomprongin’ ke tengah tapi saya bikin asyik aja ketawa-ketiwi, lalu entah kapan suatu saat kelak saya harus mentas dari samudra kehidupan ini …

  4. Baca paragraf pertama tulisan ini, saya bener-bener ga semangat… “mahasiswa ITB pemilik masa depan tercerah di republik ini”. Wah, kalo gitu saya tragisnya double, udah jadi anak Indonesia, ga kuliah di ITB pula.
    Tapi bukan itu pointnya… I have to swim, rite pak?? I’m gonna try hard not to drown😀

  5. aheed

    nah,,,sama…saya juga bukan ITB, malah SMU doank. Tapi….
    “Yuk mari belajar berenang di samudra yang indah ini.”

  6. Salam kenal pak. Jadi tambah semangat nih!

  7. robin

    memang pak, hidup itu kayanya udah ada defaultnya, dari sd mpe kuliah semua orang kebanyakan mengalami seperti yang bapak ungkapkan. namun itu semua kayanya udah diatur deh, mungkin sama sistem yang berlaku…

    tapi intinya sih, mau kita merasa segagal apapun, kita tidak boleh diam saja, lakukan saja walaupun nanti bertambah parah tinggal kita bung yang buruk2nya dan ambil yang baik2nya..hehhe..
    makasih pa…

  8. elmauz

    Yess..we have to swim with style..

  9. Persis seperti itu dah kehidupan di Indonesia ini..

    keep learning n doing, n jgn lupa berdoa serahkan segala beban dan hasil karya kita kepada NYA…

    God bless…

  10. pbasari

    waduh waduh.. saya ga bisa berenang!

  11. sam

    berenang asyik juga ya…. pa lagi di temani sma ikan-ikan yang beraneka ragam jenis

  1. 1 Bermain sambil Belajar « Henry Soegiarto Personal Blog

    […] NB: Thx to Yonas yg mengenalkan game ini ke aku. Let us swim in the ocean of life. […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: