Gladys, Puteri Perjuangan

Gladys (18), puteri saya yang pertama, adalah anak perjuangan. Dia lahir ketika saya baru berusia 27 tahun 1 bulan 10 hari. Kami masih tinggal di Graha Mertua Raya. Gaji masih honorer, RP 200 ribu sebulan dari PAU-ME. Tapi dialah benar-benar lambang perjuangan…

Ketika kami menikah, Ina dan saya harus bekerja. Uang tidak cukup. Kami belum terampil mengurus bayi. Kami masih bingung dan jantungan beneran kalau Gladys panas tinggi, atau mata step. Selalu terlambat beri susu, atau salah ini itu.

Ketika kami ke Canada untuk tugas belajar, uang kami sangat sedikit. Gladys harus hidup serba terbatas. Selama saya mengambil S2, cuma sekali kami mampu membawa Gladys ke McD. Itupun beli yang termurah, dan Ina dan saya nonton bahagia.

Gladys sangat tabah ketika satu per satu adiknya nongol, dan dia tidak lagi menjadi anak tunggal. Beban Ina semakin banyak, dan tentu gampang ngomel. Beban saya tambah besar, dan Gladys mulai kaget melihat ketidak sabaran saya.

Dan suatu saat Gladys berjumpa Guru TK, Mrs Redekop, di Dalhousie Elementray School. Entah magic apa yang digunakan ibu ini, antusias Gladys terbuka. Kami dikejar-kejar Gladys untuk mengajarinya berbagai buku. She has found excitement in learning! Gladys sangat gigih. Semua yang dipelajarinya jadi. Wah.

Saat kami kembali ke Indonesia 1996, dia sudah naik kelas 2. Tapi sekolah di Indonesia susah-susah dan mahal. Kami kebingungan. Akhirnya, saya menyerah. Gladys kami masukkan ke kelas 1 SD lagi. Daripada harus menghafal macam-macam, kan ya. Dan SD ini bukan SD favorit.

Turnout ini good decision. Dia sering masuk 5 besar samapi lulus. Nah waktu mau masuk SMP kami berpikir untuk mencoba sekolah “bagus”, SMP BPK 1. Tapi setelah test, tidak lulus! Bahkan hanya diterima di kelas D di SMP BPK 5. (Kelas A yang terbaik, baru kelas B, dst). Wahh, kami resah.

Rupanya ini memang yang terbaik juga. Karena kelas D diajarkan dengan lebih pelan, maka Gladys cepat menguasainya. Hanya sebentar, nilai-nilainya langsung menonjol. Lulus di sana dengan posisi 5 besar se SMP, mengalahkan anak-anak kelas A, dan menjadi salah satu pelajar teladan Bandung.

Masuklah ia ke SMA favorit dengan Voucher dan tanpa test. Kebetulan SMA ini baru mau buka kelas bilingual. Gladys menjadi angkatan pertama. Wah dia enjoy sekali. Prestasinya menonjol sehingga dikirim mewakili Indonesia ke Jepang tahun lalu dalam Konperensi Anak Bidang Lingkungan Air!

Looking back, semua ini jalan Tuhan. Kalau dia dulu langsung masuk kelas 2 SD, dia tidak mengalami kelas bilingual, karena belum buka. Kalau, dia tidak lewat BPK 5, mungkin dia akan tenggelam diantara para bintang, dan tidak mendapat kesempatan khusus. Dan belakangan kami baru tahu, ternyata lembar soal Gladys saat itu hilang satu lembar. Pantesan…

Saat ini ia sedang berjuang menyiapkan masuk universitas. We have learned our lessons. Apapun yang terjadi, Tuhan yang lebih tahu. Ia punya rencanaNya melalui keberhasilan atau pun kegagalan Glayds..

Untuk Ina dan saya, she is already a warrior princess…


  1. What a story Pak….. have a nice day….

  2. Selalu ada rahasia yang kita tidak tahu dibalik berbagai tantangan yang kita hadapi.

    Bagi orang-orang yang (mau) berpikir, makin sering kita menghadapi itu dan bisa melaluinya dan akhirnya menyadari “oh, ini rupanya rahasia dari Tuhan yang sebelumnya tidak kita ketahui”, akan membuat kita tambah yakin bahwa ada Dzat yang di atas yang tidak bisa kita lihat, tapi kita makin yakini bahwa Dia ada dan selalu memperhatikan dan menyayangi semua hambanya yang selalu berusaha …

    salam,
    http://kupalima.wordpress.com

  3. Akhmad Mulyanto

    Betul pak, saya juga punya pengalaman sama. Pertama masuk SMA Favorit tapi malah tenggelam dan jadi error. Pindah ke SMA ndeso yang baru buka 3 tahun dan tidak punya pagar malah jadi berkembang dan gila belajar 🙂 .

  4. Saya tersentuh membacanya…
    Terkadang ada yang dianggap kurang baik di awal, ternyata akhirnya kita menyadari itulah yang lebih baik.

    Terkadang juga ada yg dianggap terbaik di awal, ternyata bukanlah yg terbaik. Saya termasuk yang sedang mengambil hikmah kejadian seperti ini.

    Salut dengan perjuangan Bapak dahulu, menjadi inspirasi bagi saya yg perjalanannya masih panjang.

    Wish all the best for Gladys.

    Randy EL 04

  5. Pak Armein, kalau saya sudah sejak lama jadi anggota PDI-P, yaitu persatuan dosen itb penuh perjuangan … he he he

  6. @azrl : very nice story, Pak Armien

    @Arry Akhmad Arman : nice comment, Pak Arry

    @Oemar Bakrie : ngakak saya baca koment sampeyan 😀

  7. hai pa armein
    salam kenal dari saya, yang bukan siapa2 🙂

    nice story
    penambah semangat saya dalam membesarkan anak-anak saya
    sering cerita-cerita tentang putra putri bapa ya!

    maklum, saya kan emak-emak
    tks

  8. azrl

    @Randy: Thanks for the comments and visit. Sukses dan goodluck with your journey

    @ayi: salam kenal kembali. Ya, kadang kita lupa bahwa anak-anak itu the best gifts we have ever had. Saya akan posting lagi their rpogres, thanks for the visit

  9. Nugroho Adi S

    pak Armein, menyentuh sekali ceritanya….

    ini mengingatkan saya untuk selalu bersyukur atas Rezeki Nya

    life is beautiful ….. 🙂

    xFT01
    Norway

  10. yani

    Subhanallah setiap saya berkunjung ke web ini..selalu ada spirit yang saya dapatkan, thanks thats very inspiring..

    senangnya Gladys dipenuhi kasih sayang dan cinta dari orangtua seperti bapak..

  11. hadi

    dalam alqur’an di sebutkan: Boleh jadi kamu amat membenci sesuatu padahal sesuatu itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu amat menyukai sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk bagimu…….

  12. Merinding saya baca cerita Pak Armein.
    Saya dulu jg penuh perjuangan Pak, mulai dari bersihin rumput sampai mencari rumput di sawah.
    Pak, mohon ijin nge-link bog Pak Armein ya…

  1. 1 Gladys masuk ITB « Armein Z. R. Langi di Village of Eden

    […] 12, 2008 in Life We are sooo happy.  Tadi malam kami mendapat informasi, Gladys berhasil masuk ITB, tepatnya SITH (Sekolah Ilmu dan Teknologi […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: