Manis dan Pahit
Hidup yang utuh itu sekaligus manis dan pahit.
Ada seorang muda ingin sekali minum madu manis. Saat ia mengambil tetesan madu di hutan, seekor lebah menyengatnya. Sang pemuda kesakitan. Maka dia berjanji tidak lagi pernah menginginkan madu dalam hidupnya supaya tidak kesakitan disengat lebah.
Jangan begitu dong ya.
Betul, dengan cara itu, kita bisa bebas dari sengatan lebah. Tapi akibatnya kita tidak pernah menikmati manisnya madu.
Saya kira hidup itu utuh, ada manisnya ada pahitnya. Ada senangnya, ada sakitnya. Saya harus siap menjalani keduanya.
Kita siap disengat duri untuk menikmati mawar. Kita siap disakiti untuk mencintai. Kita siap menangis untuk dapat menikmati tawa riang.
Itulah hidup ini. Utuh…
-
1
Pingback on Jan 15th, 2012 at 8:14 pm
[...] View the original article here Category: MotivasiTags: Manis > Pahit [...]
January 17, 2012 at 8:32 am
pak bagus sekali ini postingnya.. memang hidup itu harus balance antara manis dan pahit.