Memori vs Proses
“Einstein tidak menggunakan otak untuk menghafal”, tegur rekan saya di Bandos saat ia tahu saya berusaha menghafal lirik lagu Beatles.
Ceritanya Sabtu kemarin Bandos manggung di Cafe Dacosta, Sawunggaling. Acaranya Beatles night, dan saya kebagian vokal duet dua lagu, This boy dan Here, there, everywhere. Jadi selama beberapa hari saya berusaha menghafal teks lirik lagu. Memang tidak mudah, karena pada usia saya ini, kepala sudah berisi penuh.
Saya sengaja berusaha untuk menghafal lirik karena menurut saya tidak sopan penyanyi itu baca teks. Kayak nggak niat. Atau gaya pidato politisi Indonesia, pakai teks.
Juga beberapa tahun lalu kami sempat manggung malam di lapangan basket. Pakai teks. Tahu-tahu di tengah seru-serunya main, datang angin keras, dan kertas teks hilang di tiup angin. Dan akibatnya saya memainkan musik chord salah. Jelek sekali.
Sejak itu saya berusaha menghafal, baik chord maupun lirik.
Memang benar, Einstein memilih tidak menggunakan otaknya untuk menghafal. Tapi ini manggung gitu lho, bukan kerja di lab. Ini lagi entertain orang, bukan nulis paper fisika. Einstein nggak lagi ngeband di panggung kan ya.
Beatles kan nggak pakai teks. Kita juga dong, hehe
Tapi saya pikir juga sebenarnya dengan adanya komputer justru sayang otak dipakai untuk ngitung. Otak lebih baik digunakan untuk mencipta. Untuk mengingat juga bagus lho. Justru untuk menghindari ketuaan, pikun, orang dilatih mengingat.
Saya punya teori nih: dengan menghafal chord dan lirik lagu, saya tidak mudah pikun. Otak harus dilatih terus untuk mengingat. Memang buktinya baru nanti setelah masuk usia 80an hehe.
Jadi saya masih tetap akan berusaha menghafal lirik dan chord. Selain supaya tidak repot nanti dipanggung, saya juga jadi tidak mudah pikun. Dan tetap sopan pada mereka yang sudah capek-capek nonton
April 4, 2011 at 12:49 pm
Terus sukses gak pak, manggungnya?
Iya ya, saya cenderung semakin malas mengingat. Biarkan saja informasi ada Internet. Kalau lupa, buka lagi.