Nasib Malang?

Kita suka senang mengasihani diri sendiri. Mengapa ini buruk?

Kita mengurung diri. Iba diri. Bermuram durja. Dan dalam hati, kita menyalahkan orang lain. Seakan-akan orang lain menyebabkan nasib kita malang.

Ini buruk karena kita jadinya terlalu memikirkan diri sendiri. Menghabiskan waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Dengan menyalahkan orang lain.

Padahal rasa kasihan itu seharusnya kita berikan untuk orang lain. Rasa iba itu harusnya kita tujukan pada orang lain.

Jangan pada diri sendiri.

Sudah kita jadi cengeng, orang lain yang memerlukan rasa iba kita malah kita abaikan.

Jadi buang jauh-jauh rasa bernasib malang. Kasihan pada diri sendiri. Iba pada diri sendiri.

Kita akan bangkit menjadi orang yang lebih kuat, lebih tabah, lebih simpatik, dan lebih empatik.

Advertisement



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers