Right Thing vs Brave Thing
Tidak tahu dengan anda. Saya pikir-pikir kita jangan cuma melakukan “the right thing“. Kita harus melakukan “the brave thing“.
Sekilas memang melakukan “the right thing” itu paling benar.
Problemnya, emangnya kita selalu tahu “the right thing” itu? Jangan-jangan kita menjadi sombong, merasa paling benar, dan memaksakannya pada orang lain. Dan “the right thing” itu kok sepertinya memuaskan intelektual kita, atau bahkan memuaskan rasa kesucian kita.
Lebih memuaskan itu adalah melakukan “the brave thing“. Hal yang menakutkan kita. Hal yang menurut kita penting tapi kita menghadapi rasa takut.
Dengan belajar melakukan “the brave thing“, kita menjadi lebih tabah. Lebih kuat. Lebih ulet. Lebih kokoh dalam menghadapi hidup ini.
Kita mengakui ketakutan kita, tapi we do it anyway. Bahkan ketakutan itu menjadi adrenalin, sumber kegairahan untuk berjuang.
Tentara komando elit dan orang kebanyakan itu sama-sama manusia. Bedanya, orang biasa itu kalau takut, langsung lumpuh atau kabur. Komando elit itu dilatih otomatis menghantam hal yang menakutkannya dengan kekuatan yang maksimal. Belum ada ceritanya komando elit kabur.
Kalau hendak melakukan “the right thing“, repot sekali. Harus mikir dulu. Harus merenung dulu. Berfilsafat dulu.
Tapi untuk melakukan “the brave thing“, gampang. Begitu takut, langsung semangat. Kok bisa ya? Ya itu, dengan latihan, persiapan, dan perubahan diri terus-menerus. Mengubah rasa takut menjadi kegairahan berjuang. Seperti pada komando elit itu.
Meskipun kita bukan pasukan komando, prinsip mereka patut dipelajari.
Just do the brave thing all the time. It will help you doing the right thing eventually…
-
1
Pingback on Oct 3rd, 2010 at 10:48 am
[...] -Armein Z.R. Langi, dicukil dari Armein Z R Langi in The City of Eden- [...]
September 29, 2010 at 7:04 pm
throw your heart over the fence, and the rest will follow..
begitu kata salah satu quote pak.
beruntunglah orang2 yg punya hati lapang. tidak punya (atau cuman sedikit) rasa khawatir/takut menghadapi berbagai hal dan tidak pernah pelit untuk berbagi.
September 29, 2010 at 7:36 pm
seorang pemberani bukanlah orang yang tidak mengenal rasa takut. seorang pemberani adalah seorang yang menghadapi setiap rasa takut yang dialaminya dengan tindakan.