Reversible
Kalau pikiran bisa sangat negatif sehingga merusak badan, maka sebaliknya juga berlaku. Pikiran bisa sangat positif sehingga badan bisa sembuh.
Terkadang saya menyesali diri. Melakukan kesalahan sehingga terjadi masalah. Terjadi kerusakan. Kita punya pikiran negatif, sehingga pikiran negatif itu menghantui kita. Membuat kita sakit.
Tapi saya pikir-pikir lagi, kalau pikiran bisa membuat kita sakit, maka mengapa tidak sebaliknya? Pikiran membuat kita sembuh. Reversible.
Orang bisa bilang, berpikir positif itu konyol. Karena tidak sesuai dengan realitas.
Tapi saat kita berpikir negatif, bukankah kita tidak peduli juga dengan realitas? Tapi akibatnya tetap saja buruk.
Jadi saya pikir, dalam berpikir positif, realitas itu tidak usah kita terlalu hiraukan. Karena yang penting akibatnya baik terhadap kita.
Lagipula yang namanya realitas, 99% adalah persepsi. Saat kita mengasosiasikan nilai, baik-buruk, terhadap suatu keadaan, maka kita sudah menggunakan persepsi kita. Jadi hasilnya sangat bergantung sikap kita, positif atau negatif. Fakta bisa netral. Tapi efeknya bisa negatif atau positif, sejalan dengan sikap kita.
Jadi kalau anda merasa susah, sakit, stress, terbeban berat akibat pikiran negatif, coba resep saya. Putar pikiran kita menjadi positif. Sekeras mungkin. Se konstan mungkin. Maka kita akan melihat kondisi diri kita berbalik. Hidup kita berbalik. Kembali penuh sukacita. Kesehatan kita pulih kembali.
Kondisi akibat perasaan itu reversible.
August 13, 2010 at 9:48 am
Logika irreversible terbentuk mungkin karena kita belum kenal logika reversible.
Reversible logic ada di TOFFOLI gate, bukan di NAND gate.