Dandan
Kita harus menghargai orang yang berdandan. Yang berusaha supaya tampak cantik dan cakep. Karena di balik dandanan itu, ada suatu sikap menyambut kehidupan dengan exciting. Dan berharap dunia menghargai usahanya itu.
Dandanan itu bermacam-macam. Mulai yang halus sampai yang tebal. Mulai yang sederhana sampai yang rumit. Ada yang menyangkut kulit, alis, rambut, pakaian, asesoris, sampai pada sepatu dan tas tentengan.
Terkadang saya tertawa kalau sudah lihat dandanan menyolok, sudah kayak ondel-ondel. Tapi saya tidak tertawa mengejek, apalagi menghina. Saya tertawa karena orang itu looks different. Saya senang dengan spiritnya. Saya senang dengan suasana hati yang mau dibawanya.
Tapi saya pikir dandanan terbaik adalah hati yang gembira. Joy. Hati yang gembira, senang, ramah, hangat, berdebar menyambut kehidupan itu sangat menarik. Mengubah wajah kita, sehingga memancarkan pesona keindahan kehidupan.
Dan tidak ada yang bisa mengalahkan mata yang tertawa, dan senyuman yang lebar. Tidak pernah gagal untuk mendandani wajah. Membuat kita betah untuk memandang. Membuat kita tahan untuk berada di dekatnya.
Jadi kalau kita berdandan, itu baik. Itu layak dihargai dan diapresiasi. Cuma dandanan tidak harus maksa. Tidak harus mahal. Hati yang gembira, mata yang bersinar ramah, dan senyum gembira.
Senyumlah. Kita tidak tahu, hari ini seseorang, a secret admirer, akan jatuh cinta karenanya…
August 3, 2010 at 3:55 pm
kebanyakan orang dandan karena ingin menutup2i aslinya
August 7, 2010 at 11:47 am
nice article pak.
Lebih gampang dandan fisik daripada dandan ‘hati’.. hehe..