Takut Adalah Musuh Belajar
Semua pengalaman memberikan pelajaran yang berharga. Kecuali kalau pengalaman itu membuat kita takut.
Salah satu ciri makhluk hidup adalah bertumbuh. Semakin lama semakin besar.Tapi ada butuh beban untuk membuat anda besar dan kuat. Coba bandingkan tubuh orang biasa dan atlit binaraga. Lebih besar dan kuat atlit bukan? Dan bagaimana ia bisa sekuat itu? Dengan memberikan latihan beban setiap hari secara teratur.
Demikian juga kita. Yang menumbuhkan kita adalah pengalaman. Yang menguatkannya adalah hambatan. Yang mengembangkan ketabahannya adalah tantangan. Yang membangun kepercayaan diri adalah kesulitan.
Jadi setiap pengalaman adalah latihan untuk menjadi orang yang besar.
Jadi setiap hari hidup memberikan kesempatan untuk get excited dan be happy.
Kecuali kalau kita takut dan trauma.
Tasa takut itu membuat kita menjadi kecil. Membuat kita menjadi rapuh. Membuat kita menjadi mengkerut. Rasa takut itu membuat kita selalu menghindar. bersembunyi. Mencari excuses.
Jadi bagaimana dong? Susah sekali membuang rasa takut. Karena ia datang tanpa bisa dikendalikan. Nah untuk belajar mengendalikan rasa takut, kita perlu mengerti mengapa orang takut.
Rasa takut itu sebenarnya hanyalah sinyal. Alarm. Yang memberitahukan pada kita ada kemungkinan kita akan kehilangan sesuatu. Kita akan kehilangan sesuatu yang kita anggap berharga. Apa itu? Mulai dari harta, hubungan, harga diri, sampai nyawa.
Nah saat kita merasa takut, kita cepat-cepat berusaha mengerti, alarm apa yang bunyi? Peringatan dini apa yang dipicu? Persisnya, kehilangan apa yang sedang rasa takut itu peringatkan?
Kemudian kita harus tanya, benarkah? Apakah resiko itu ada? Berapa besar? Dan yang paling penting, bisa kah kita memikulnya? Can we afford it? Apakah benefitnya jauh melampaui resiko nya?
Misalnya ternyata rasa takut itu tentang kehilangan harta. Seberapa besar taruhannya? Berapa peluang resiko itu terjadi? Jangan-jangan kita hanya bicara angka yang kecil. Atau kita bisa cari lagi harta itu nanti.
Atau rasa takut kehilangan hubungan. Kalau anda harus melakukan yang benar, anda kehilangan kawan. Coba pikir, apakah berharga punya kawan dalam komplotan penjahat? Kawan macam apa yang akan menjauhi kita saat kita melakukan yang benar? Lebih baik punya kawan baru bukan?
Atau kehilangan nyawa. OK ini memang berat. Tetapi nyawa itu ada di tangan Tuhan. Dan setiap orang pasti mati. Pasti. Ada orang sedang tidur tahu-tahu tertimpa pesawat jatuh, lalu mati. Dan tidak selalu umur panjang itu menyenangkan. Lagipula apa enaknya hidup dibayang-bayangi oleh penyesalan akan hal yang kita tidak lakukan itu? You just have to trust God for your life…
Jadi saya pikir hidup ini by default akan membesarkan kita setiap hari. Musuhnya cuma rasa takut. Buanglah rasa takut itu dengan mengerti esensi rasa takut dan cara menangkalnya.
Apakah hari ini hidup memberikan peluang untuk get excited dan be happy. Jangan takut, sambar peluang itu.
I hope you have a great life today…
July 23, 2010 at 12:51 pm
postingannya sudah bisa dibaca full di google reader pak. selalu menyenangkan membaca tulisan pa armein yg inspiring. terima kasih banyak!
July 24, 2010 at 9:47 pm
Bagaimana mengatasi rasa takut, dari rasa takut itu sendiri Pak? Ini serius Pak, karena penyakit saya sendiri … ada saran? Terima kasih sebelumnya.
August 5, 2010 at 8:35 pm
Gampang benernya, yang jelas selama bukan resiko kematian kenapa harus takut, paling banter kita digoblokin. Dan kita bisanya pinter khan karena dibilang : bodoh kamu