Taat dan Patuh

Taat atau patuh itu sekarang memiliki konotasi negatif. Seakan tidak merdeka dan tidak kreatif. Padahal taat itu memiliki makna yang dalam.

Saya dulu tidak senang dengna istilah taat atau patuh. karena itu memberikan kesan kita tunduk. Kita harus nurut. Kita tidak bebas.

Memang seringkali orang membuat aturan yang sembarangan. Atau kalaupun bagus, dia sendiri tidak melakukannya. Akibatnya kita tidak senang untuk patuh. Terutama patuh pada aturan yang dibuat orang lain.

Kita merasa lebih pintar dari aturan itu.

Tapi saya pikir, pada akhirnya kita harus patuh. Patuh pada apa? Patuh pada panggilan jiwa kita. Patuh pada apa yang menjadi jalan hidup kita. Patuh pada kehendakNya yang menciptakan kita.

Tuhan yang membangun dunia ini, yang menciptakan kehidupan, yang membuat manusia tentu memiliki maksud. Ia ingin manusia menjadi makhluk yang paling mulia.

Maka apakah kita tidak mau patuh pada panggilan untuk menjadi mulia? Buat apa bangga memiliki kebebasan dan gaya hidup yang terserah kita kalau itu ternyata tidak membuat kita mulia. Kebebasan yang kita pilih itu malah menurunkan derajad kehidupan kita menjadi seperti makhluk hewan, tumbuhan, atau robot.

Saya setuju bahwa kita harus hidup bebas. Kita harus kritis terhadap aturan yang dibuat manusia. Pengertian manusia. Bahkan logika dan ilmu pengetahuan kita. Karena itu semua bisa salah. Bisa menipu kita.

Saya pikir kita harus menggunakan kebebasan kita dan kreativitas kita. Tapi dalam rangka mengenali apa kehendakNya atas hidup kita. Apa tuntunanNya. Apa insipirasiNya.

Tapi dalam kebebasan kita itu, kita memilih untuk jujur pada panggilan kehidupan. Memilih untuk hidup mulia. Memilih untuk mengikuti kehendakNya. Itu makna taat yang sebenarnya.

About these ads

  1. patuh dan taat pada aturan itu sederhana dan membantu kita pada pencapaian-pencapaian yang luar biasa pada tahap selanjutnya. justru pemberontakan-pemberontakan terhadap aturan tidak menghasilkan apa-apa dan hanya berkutat pada permasalahan yang itu-itu saja dan hampa pemaknaan.

    Setuju dengan Pak Armein, kita harus patuh dan taat pada aturan Tuhan, seperti halnya alam semesta yang telah patuh dan taat pada aturan-Nya.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,017 other followers

%d bloggers like this: