Menghargai
Selain menghargai orang lain, anda harus bisa menghargai diri sendiri.
Kita perlu menghargai orang. Mengapresiasinya. Apalagi mereka yang berusia lebih tua.
Namun pada saat yang sama, kita harus belajar menghargai diri sendiri. Dengan sikap yang pas.
Pertama, kita hargai fisik kita. Kita jaga kesehatannya. Kita beri makan yang cukup. Gizi yang lengkap. Vitamin yang menguatkan. Istirahat yang menyegarkan. Jangan mengabuse nya dengan makanan yang tidak sehat. Cuma untuk menyenangkan selera kita, kita tega memaksa badan kita mengunyah makanan dengan serakah.
Karena fisik kita itu lah yang membawa-bawa kita ke mana kita mau. Fisik itu adalah kendaraan kita di dunia ini. Itu avatar kita di alam ini. Kita harus jaga baik-baik.
Kedua, kita hargai nyawa dan perasaan kita. Kita jaga jangan sampai kita gampang mati sebelum waktunya. Jangan kita ijinkan perasaan negatif mendominasi hidup kita. Jangan kita ijinkan kepahitan, kemarahan, kekecewaan muncul dalam hati kita. Hubungan dengan orang lain harus selalu dipelihara secara sehat.
Karena kita butuh rasa saling memiliki. Kita perlu menjadi bagian dari kehidupan ini. Kita perlu menjadi anggota terhormat dari sesuatu masyarakat. Melalui sikap menjaga perasaan kita, menjauhkannya dari perasaan negatif, maka interaksi kita dengan orang lain menjadi sehat. Dan kita menjadi bagian dari sesuatu yang indah. Dan kita sendiri dihormati dalam lingkunagn kita.
Ketiga, hargai pikiran kita. Aspirasi kita. Cita-cita kita. Impian kita. Kepercayaan kita yang positif. Nilai-nilai luhur kita. Kita menghargai pikiran kita itu dengan menjadikannya otoritas kita tertinggi dalam keputusan dan tindakan kita.
Orang punya tiga sumber dalam membuat keputusan: selera dan instik/hasrat fisik, kondisi emosional, atau pikiran yang jernih. Selera dan hasrat itu sering merusak fisik. Emosi itu merusak fisik dan hubungan sosial. Pikiran jernih secara konsisten membuta keputusan optimal
Selera maksimal membawa kesenangan. Emosi paling banter membawa kegembiraan. Orang yang dituntun oleh pikiran yang jernih pada akhirnya akan mencapai kebahagiaan sejati.
Maka hargailah diri kita, dengan menghargai fisik kita, menghargai emosi kita, dan terlebih lagi menghargai pikiran dan cita-cita luhur kita….
June 26, 2010 at 9:27 am
Pikiran positif itu = men-switch off kan gen negatif. Sehingga gen yang merusak tubuh menjadi tidak terwujud.