Naik Jabatan
Jabatan tinggi itu menggiurkan. Tapi jabatan itu jangan dipanjat. Hendaknya kita membesar karena membesarkan orang lain.
Kalau kita memanjat jabatan, maka kita menginjak bawahan kita dan menjilat atasan. Bawahan menjadi batu tumpuan. Atasan menjadi sesembahan.
Padahal jabatan tinggi itu artinya meluasnya tanggungjawab. Membesarnya amanat.
Orang harus meniru puncak gunung.
Puncak gunung itu tadinya ada di bawah, di dataran frendah. Saat bumi bergerak, perlahan puncak gunung itu terdorong ke atas. Semakin tumbuh gunung itu, semakin tinggi puncaknya.
Kalau kita mengndalkan atasan dan menginjak bawahan, maka kita bergantung pada atasan. Kalau atasan lengah, kita ikut terjatuh.
Tapi puncak gunung tidak pernah jatuh. Karena ia ditopang oleh gunung yang kokoh.
Bagaimana orang membangun sebuah gunung? Yaitu dengan mengurusi mereka yang menjadi anak buahnya. Mengurusi mereka yang ada dalam amanatnya. Mengurusi mereka agar mereka bisa berkembang. Bisa mencapai impian mereka. Dan pada saat yang sama mereka menolong anak buah mereka mencapai impian mereka. Sehingga dengan berjalannya waktu semua tumbuh. Dan anda ikut terbawa naik.
Begitu caranya anda menjadi puncak gunung.
June 10, 2010 at 12:44 pm
wahai para calon pejabat, baca tulisan di atas baik-baik ya !
June 10, 2010 at 3:35 pm
selamat ya pak…
June 11, 2010 at 2:32 pm
wah.. kok ratingnya ga keliatan ya…
saya mau rating 5…!!!
June 13, 2010 at 10:29 pm
dear pak armein, tulisan ini sangat bagus, mohon ijin untuk di share ke sejawat saya semoga mereka bisa intropeksi lagi, thanks