Agenda Tersembunyi
Berkali-kali terjadi. Orang memiliki agenda terselubung, hidden agenda, dan tidak berterus terang. Akibatnya banyak interaksi menjadi kacau.
Suatu hari saya ditelepon kenalan. Ia ingin berkunjung, menengok saya. Wah saya senang. Meskipun bukan kenalan dekat, hari gini ada yang mau bertamu, berkunjung. Rasanya senang. Tetapi begitu datang, dia bawa teman. Ngobrol-ngobrol, tanya sana sini, baru ketahuan maksudnya. Ia mau jual asuransi jiwa.
Kejadian yang sama terjadi dengan kenalan yang lain. Nelpon ingin main ke rumah. Ternyata ia mengajak bisnis multi level marketing, MLM. Saya ditawarkan menjadi downliner. Tidak hanya kenalan. Ada juga saudara dekat. Lama sekali tidak bertemu. Suatu hari dia telepon, ngajak berbisnis. Ternyata mau dijadikan downliner MLM.
Tentu semua harus kita hadapi dengan ramah, sopan, dan baik. Dan obrolan jadi asik tentang bisnis. Tapi saya agak kecewa. Saya berharap tadinya maksud kunjungan itu ya silaturahmi. Sebagaimana maksud awalnya. Ternyata ada maksud lain. Kekecewaan saya muncul karena setelah saya menolak membeli asuransi dan menjadi downliner, mereka tidak lagi tertarik mengontak saya. Serasa saya ini hanya berharga untuk dikunjungi kalau nurut hidden agenda itu.
Sebenarnya menawarkan jadi downliner atau beli asuransi itu tidak masalah, saya tidak akan pernah tersinggung. Orang yang berusaha mencari rejeki dengan halal itu harus dihargai. Tapi tidak terus terang itu, atau mencampurkan bisnis dengan sosial secara terselubung itu yang mengecewakan.
Ini terjadi di mana-mana. Ada orang yang aktif dan rajin mengikuti kegiatan keagamaan. Ternyata maksudnya agar jemaat membeli makan dari catering dia, atau mencetak material ke percetakannya, atau membeli bahan bangunan dari perusahaannya. Begitu tidak, dia pundung, marah-marah dan tidak lagi mau aktif.
Saya pernah ikut kegiatan di kantor pemerintah. Rapat-rapat jadi memusingkan dan tidak logis. Ternyata kami itu diundang untuk memenuhi persyaratan kegiatan sebuah kontrak bernilai ratusan juta atau miliaran. Jadi usulan apapun yang terbaik kami berikan tidak diadopsi karena tidak sesuai dengan output yang mau didelivery pemenang kontrak.
Di klinik atau ruang dokter juga terjadi. Pasien tidak sakit parah. Tapi dokter atau klinik mengarahkan pasien agar melakukan berbagai test laboratorium. Menelan berbagai obat paten. Akibatnya pasien bayar mahal. Rupanya klinik ini butuh revenue sesuai target. Dan dokter ini mendapat komisi dari perusahaan farmasi. Jadi hidden agenda ini mengorbankan pasien. Keputusan yang dibuat tidak lagi memaksimalkan kepentingan penyembuhan pasien.
Di kampus juga hal seperti ini terjadi. Keputusan-keputusan bisa terasa aneh. Misalnya memberikan gelar doktor honoris causa pada SBY pada momentum yang tidak pas, di bidang yang tidak pas. Orang menduga-duga, ada oknum kampus yang diam-diam ingin cari perhatian SBY agar nanti dia mendapat kursi menteri. Hidden agenda ini membuat kampus tidak terasa cerdas, dan reputasi kampus ternoda.
Hal-hal seperti ini terjadi di mana-mana, di segala jenis komunitas. Ini sering membuat kita sebal. Bahkan lebih parah lagi, membuat suasana menjadi kacau dan keputusan tidak optimal. Kecerdasan kelompok tidak terjadi.
Kita semua perlu belajar bagaimana dengan tulus, fair dan sopan menyampaikan keinginan kita. Interes kita. Kepentingan kita. Kita jujur dengan aspirasi dan cita-cita kita. Saya percaya kejujuran kita itu akan lebih dihargai orang. Bahkan tidak sedikit orang yang dengan senang hati akan membantu kita mencapai keinginan kita itu.
Syukur-syukur hidden agenda kita ternyata baik bagi banyak orang, sehingga menjadi agenda bersama. Asyik kan?
-
1
Pingback on Sep 19th, 2009 at 5:58 am
[...] Baca kisah selengkapnya di: blog pak Armein [...]
-
2
Pingback on Mar 3rd, 2010 at 12:42 am
[...] Catatan: No-offense bagi para pemberi maupun penerima blog award model kedua tersebut. Karena saya sendiri pernah diberikan hal yang serupa oleh sahabat blog saya . Namun, yang saya tekankan adalah, apabila seseorang ingin memberikan blog award kepada sebuah blog, hendaklah itu benar-benar murni motivasinya untuk memberikan penghargaan kepada blog tersebut , bukan karena ada “agenda tersembunyi“. [...]
September 10, 2009 at 1:10 pm
betul pak, mau jualan ya jualan, konsultasi ya konsultasi, lobbying ya lobbying…
September 10, 2009 at 2:28 pm
Dampaknya jika suatu saat tak sengaja bertemu orang itu lagi perasaan ini menjadi kurang sreg, dan cenderung ingin menghindar, karena jangan2 ada hidden agenda lagi.
September 19, 2009 at 5:27 am
“Kejadian yang sama terjadi dengan kenalan yang lain. Nelpon ingin main ke rumah. Ternyata ia mengajak bisnis multi level marketing, MLM…. karena setelah saya menolak membeli asuransi dan menjadi downliner, mereka tidak lagi tertarik mengontak saya.”
komentar saya: hahahahhahahahhaa…. maaf ya pak kalo saya tertawa.
Izin kutip ke blog saya ya